Tampilkan postingan dengan label Enjoyment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Enjoyment. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juli 2017

Dunia Hitam (Dunia Kopi)

Dunia Hitam
(Dunia Kopi)

Entahlah, saya bukanlah pecinta kopi sejati. Minum kopi pun sesekali yaitu hanya untuk mengusir kantuk. Saya sama sekali tidak mengetahui (sebenarnya tidak mau tahu) segala hal tentang kopi, yang saya tahu hanya datang ke gerai kopi di mall, pesan lalu minum. Saya tidak tanya kopinya asalnya dari mana, jenisnya apa, cara penyeduhannya bagaimana, cara penyajiannya bagaimana. Yang penting bisa diminum.

Tetapi setelah saya berbincang-bincang tentang kopi dengan seorang kakak dan istrinya yang tinggal di Secang, saya jadi tercengang. Mereka bukan ahli kopi, hanya banyak belajar dari sang ahli kopi dari Temanggung.

Saya dan suami diseduhkan secangkir kopi. "Minumnya jangan pakai gula, gula akan merusak rasa kopinya." Manut wae walaupun pemikirannya bakalan pahit. Saya seruput kopi panasnya, saya diamkan sebentar didalam mulut baru saya telan. Hanya bisa terdiam. Tidak ada rasa pahit, hanya ada rasa asam sedikit dan wangi seperti buah. Aftertaste-nya pun menyisakan rasa yang lembut, tidak nyangket (opo toh bahasane) di tenggorokan.

"1 kilogramnya harga dua ratus ribu rupiah. Ini kopi premium, biji kopinya pun pilihan. Masih ada yang lebih mahal dan lebih enak tapi saya tidak ada."

"Ooooo..." saya manggut-manggut.

Pantas saja rasanya berbeda dengan kopi instan yang dijual di supermarket. Kalau dihitung-hitung sih murah juga, 1 kilogram kopi kira-kira bisa menghasilkan sekitar 70 - 100 cangkir kopi. Masih murah lah ya. Sambil menyeruput kopinya kita berbincang-bincang tentang kopi, tidak banyak dan mungkin tidak terlalu lengkap tetapi paling sedikit membuka wawasan saya. Matur nuwun sanget.

Proses kopi dari buah sampai ke mulut kita itu panjang dan cara memprosesnya berbeda akan menghasilkan rasa yang berbeda pula. Pemetikan buahnya harus disesuaikan kematangannya, penjemurannya ditempat berbeda pun akan berbeda rasanya, proses fermentasi harus tepat suhunya, penggongsengannya pun harus benar. Belum selesai... digiling, diseduh baru disajikan. Penyajiannya pun berbeda-beda sesuai dengan permintaan pelanggan.

Jenis kopi sesuai dengan fermentasinya ada 2 yaitu arabika dan robusta. Robusta difermentasi (dengan cara disimpan di suatu tempat dengan suhu yang tepat) selama 5 tahun dan arabika difermentasi selama 7 tahun. Kalau memakai media luwak maka proses fermentasi itu terpotong hanya 1 hari saja, ini saya baru tahu. Untuk mengetahui kopi itu bagus atau tidak ada caranya yaitu seduh kopinya lalu diamkan selama 2 hari, kalau bertambah enak berarti kopi tersebuy bagus.

Tetapi bicara tentang kopi itu bicara soal pilihan, setiap orang punya pilihan kopi masing-masing. Menurut saya kopi A enak tetapi untuk orang lain belum tentu enak. Soal kopi itu soal lidah dan hati.

Kalau boleh saya mengutip "jangan bicara tentang kopi, biarkan kopi berbicara".

#duniakopi #kopi #kopijawa #kopitubruk #kopihitam #kopipremium #kopipilihan #biarkankopiberbicara #coffee #blackcoffee #premiumblackcoffee #javacoffee  #kopio #jessiadri1207holiday

Rabu, 27 Juni 2012

Happy 485th Birthday Jakarta: Jakarta on Sunday Morning


Pernah jalan-jalan di Jakarta pada hari Minggu pagi?
Pasti pernah ya?
Hehe mungkin saya aja yang norak.  

Minggu pagi ini saya menikmati suasana kota Jakarta yang lengang karena ada suatu urusan. Pukul 8 pagi saya mulai meluncur di jalan tol dalam kota. Tentunya karena masih di tol dalam kota, kanan kiri jalan tol masih terlihat jalan biasa. Saya melewati jalan-jalan protokol Jakarta yang setiap hari biasanya ma-tot (macet total).   Saya menikmati keadaan kota Jakarta di Minggu pagi ini soalnya jarang-jarang keluar di minggu pagi dan juga jarang melihat kota Jakarta lengang. Sekali lagi "Katro!" hihihihi... :D  

Kenapa lengang? Biasa Minggu pagi menjadi waktu yang tepat untuk beristirahat, apalagi bagi orang-orang yang sudah lelah bekerja dari hari Senin sampai hari Sabtu. Juga biasanya orang akan keluar pada siang hari untuk pergi ke tempat-tempat rekreasi. Di beberapa jalan juga diterapkan "Car Free Day" yaitu jalanan tersebut ditutup dan tidak boleh dilewati oleh kendaran bemotor. Tadi saya juga melihat ada yang acara Fun Bike. Segarnyaaaaa o^.^o  

Kapan ya Jakarta bisa seperti hari Minggu pagi? Tanpa macet kemana-mana, jadinya polusi berkurang, tingkat stress berkurang dan pastinya mau janjian juga tidak ada alasan macet. Tau-tau denger di salah satu radio, katanya lurah salah satu daerah di Jakarta menggugat Presiden Susilo B.Y. dan Gubernur Fauzi Bowo karena kemacetan Jakarta belum bisa diatasi dan meminta Presiden dan Gubernur untuk menuntaskan masalah kemacetan Jakarta. Tapi ada ujaran "Kalau tidak macet bukan Jakarta." hehehehe :p

Saat ini saya menikmati dulu lah suasana Jakarta yang lengang di Minggu pagi. Saya berkata dalam hati "I love Jakarta" hehehehe... Ehhhh pas lewat di jembatan layang Mall Taman Anggrek, di layar viti Mall Taman Anggrek tertulis besar-besar "I (\/) <bentuk hati berwarna merah> JKT". Passssssss ^^  

Happy Birthday kota Jakarta, ibukota Indonesia tercinta. 

(J)

Date of writing: 24 June 2012

Selasa, 02 Agustus 2011

Antri Dong! Bebek Saja Bisa Antri!



Hari ini saya berada di pernikahan seorang teman. Pernikahan yang sederhana di restaurant biasa. Walaupun begitu, cukup meriah juga. Tamu banyak yang hadir, teman-teman juga. Seperti biasa, saya bercengkerama dengan beberapa teman, karena jarang kami jarang bertemu.

It's time to eat. Di pesta pernikahan makanan pasti terbagi menjadi 2, yaitu makanan prasmanan dan makanan pondokan (istilah yang sedikit aneh). Makanan prasmanan dikategorikan dalam makanan yang disajikan dalam satu meja panjang dengan berbagai macam masakan dan tentunya ada nasi, istilahnya makanan yang 'berat'. Makanan pondokan disajikan per booth/tenda, biasanya setiap booth akan menyediakan satu macam menu masakan; misalnya sate, dimsum, empek-empek, sup, dll.

Pastinya saya juga tidak ketinggalan untuk mengantri. Padahal baru saja MC bilang supaya makanan dibuka, tapi antrian sudah panjang. Terlebih lagi pada booth-booth yang menyediakan makanan yang hanya ditemui (tepatnya mumpung) pada saat pernikahan -seperti kambing guling atau bebek peking - antriannya sudah panjang sekali. Alhasil saya mendapat tempat cukup belakang dan setelah sampai depan makanannya sudah habis. Oh, wasting my time. Seharusnya bisa ngantri di booth lain. Sekarang kalau ngantri di booth lain sudah dapat di belakang juga. Kalau sudah begini saya memutuskan untuk melihat sekeliling, siapa tau ada booth yang sepi (biasanya si karena sudah habis atau makanannya kurang diminati) atau booth yang masih banyak makanannya lalu saya mengambil makanan dari booth tersebut.

Tapi oh tapi, sayang sekali pernikahan teman saya dicoreng dengan ulah beberapa orang. Saya sebut beberapa orang karena yang saya alami saja sudah tiga kali, mungkin ada kejadian lain lagi. Saya sedang mengantri di salah satu booth, cukup panjang memang, tapi makanan yang disediakan oleh pengantin cukup banyak, jadi rasanya masih bisa untuk antrian yang panjang tersebut. Tiba-tiba ada tiga orang wanita (sudah cukup tua juga) yang menyerobot di depan saya, mereka langsung mengambil piring dan dengan tidak bersalahnya mereka berdiri di depan saya. Ini kejadian yang pertama, ya sudah saya kasih, walaupun rada gondok tapi saya pikir mereka mungkin lapar (bisa aja mereka puasa dari pagi) atau mereka 'ndeso' belum pernah mencoba makanan tersebut.

Setelah itu saya mengantri di booth lainnya. Cukup panjang juga, tapi saya tetap mengantri dari urutan terakhir. Saya berpikir kalau tidak dapat ya sudah, bukan sesuatu yang harus disesali. Jiah (¬_¬˚) teteup aja ada yang nyelak (bahasa lain dari menyerobot), di depan saya lagi. Jujur aja mulai kesel, "haduhhhh! Pada gak tau sopan sopian, eh salah, sopan santun ya?!" Saya mendekatkan diri dengan orang di depan saya supaya orang tersebut tidak bisa masuk dan saya juga sempat bicara rada keras dengan saudara saya yang ikut antrin, "Sepertinya makanannya masih banyak. Pada takut kehabisan kali ya?" sambil lirik ke orang tersebut. Yaaahhhh tidak mempan juga ternyata, dia tetep nyerobot. Kali ini untungnya tidak di depan saya tapi di belakang saya, karena saya sudah mepet-mepet dengan orang di depan saya.

Setelah selesai makan makanan pondokan (pondokan cuma makan 3 menu ukuran kecil) saya beralih ke makanan prasmanan. Masih panjang juga antriannya tapi tidak sepanjang antrian di booth dan saya tetap ikut antrian. Saya berpikir kalau makanan prasmanan biasanya masih banyak. Ttttaaaaapppppiiiiii!!! Teteup aja ada yang nyerobot. Arrrkkhhhh! Parah! Antrian gak panjang, makanan masih ada. Takut apa sih? Apa salahnya ngantri? Apa mereka takut liat saya ya, takut makanan habis sama saya?? "Gak segitunya kaleee"

Geregetan deh lihatnya, apa ya yang ada dalam pikiran mereka menyerobot antrian supaya mendapat lebih dulu? Laper? Takut kehabisan? Norak? Ndeso? Tidak mau rugi? Halah, tidak jelas deh. Tapi kan itu budaya yang tidak baik banget. Orang lain sudah dengan sabar mengantri walaupun antriannya cukup panjang, tapi tiba-tiba ada yang main masuk antrian dan maunya mendapatkan lebih dulu, apa itu tidak membuat orang menjadi kesal?

Saya dulu pernah melakukan hal tersebut, namun seiring waktu saya sadar bahwa hal tersebut bukanlah budaya yang baik. Budaya yang baik adalah budaya yang tertib, salah satunya adalah mengantri. Dengan mengantri kita juga menciptakan suasana yang nyaman dan damai, karena tidak ada omelan dari orang-orang yang diserobot tempatnya.

Kalau sedang mengantri saya selalu ingat salah satu iklan layanan masyarakat yang terpampang di billboard. Ada beberapa bebek yang sedang berjalan beriringan menuju suatu tempat (lupa tempatnya apa) namun mereka berbaris rapi. Diatas gambar bebek tersebut tertulis kata-kata "Bebek saja bisa antri." Nah, bebek saja bisa antri kenapa kita tidak? Kita lebih berbudaya dan lebih mulia kok dari bebek.

31 Juli 2011
(J)

Minggu, 31 Juli 2011

Hmmm... Wangi.... Jadi Laperrrr......... ^^



Hmmmm... Wanggiiii...

Jadi laper lagi nih, padahal udah makan kenyang. Ihhh.. Padahal kan cuma nyium doank. Baru aja lewat di depan salah satu toko roti yang pembuatan rotinya dapat kita lihat secara langsung. Wangi roti yang baru saja selesai dipanggang. Haduuuhhh.. Kalau tiap hari kaya gini bisa tambah 'mengembang kekanan dan kekiri' deh nih bodi.

Ada spekulasi kalau salah satu toko roti yang terkenal memakai penyemprot 'parfum' bernuansa harumnya 'roti'. Hmmm.. Nulis ini aja jadi lapar juga, masih teringat sama harumnya roti yang baru saja keluar dari oven.

Saya sempat bingung, kenapa juga toko roti tersebut (kalau benar) harus repot-repot membeli penyemprot parfum bernuansa roti tersebut. Apa hubungannya antara indera penciuman dengan perut? Hayo siapa yang bisa jawab secara ilmiah? Saya tidak bisa, hanya bisa menjelaskan dari pengalaman saya sendiri.

Seperti tadi saya bilang, setelah saya mencium wangi tersebut, perut saya jadi berbunyi dan rasanya ingin sekali membeli roti tersebut. Yahhh.. Jangan sering-sering lewat deh, bisa-bisa jadi mau beli terus. Ternyata dari indera penciuman bisa menyampaikan pesan kepada perut. Tapi kayanya bukan hanya penciuman deh, tapi semua indera. Kalau indera penciuman, sudah dijelaskan ya..

Indera pendengaran. Kalau kita mendengar cerita dari teman mengenai makanan yang enak, mereka menjelaskan secara detil ditambah dengan 'bumbu-bumbu' yang memikat.. Dalam pikiran kita langsung terbayang makanan yang dijelaskan, ditambah dengan asap yang mengeprul-ngeprul kalau makanan tersebut dimakan panas-panas. Langsung sinyal disampaikan kepada perut bahwa kita mau makan makanan tersebut.

Indera penglihatan. Kenapa ada yang namanya "Food Photography"? Ya karena dari penglihatan, kita juga bisa merasa mau makan makanan tersebut. 'Memancing' pelanggan dengan indera penglihatan sudah menjadi hal yang wajib. Salah satunya saya. Saya? Ya saya, saya sering memotret makanan yang saya buat atau beli. Contohnya bisa dilihat di http://jess-creart.blogspot.com/ (monggo mampir), walaupun masih amatiran dan hasilnya gak bagus-bagus amat teteup itu hasil karya sendiri. Malah saya sering merasa lapar juga melihat hasil foto makanan saya sendiri.

Indera pengecap. Kalau ini paling mantap nih. Setiap orang pasti mau banget termasuk saya. Rasanya indera yang satu ini yang paling ampuh untuk menjual makanan. Karena makanan berhubungan erat dengan indera pengecap ini. Setiap kita makan haruslah menggunakan mulut dan indera pengecap kita ada di lidah yang berada di dalam mulut. Kalau saya menjual kue saya, pasti pada minta sempel (sample, Eng.; kue contoh, Indo). Kadang ada yang keterlaluan, cuma minta sempel terrruusss.. Ini mah namanya terrr-laaa-luuu kata Bang Roma.

Indera peraba. Ini yang jarang digunakan, tapi tetap saja ada pengaruhnya. Misalnya aja kita membeli makanan, kita pasti meraba mangkuknya, panas atau dingin. Atau bisa juga kita memesan makanan yang belum pernah kita makan, kita kemungkinan akan meraba makanan tersebut.

Intinya, semua indera jasmani kita (kec. Indera keenam) bisa memberikan sinyal kepada perut kita. So.. Pergunakan indera kita dengan baik supaya yang masuk ke perut itu cukup dan bukan hanya yang kita ingin. Wah, kalau nurutin keinginan mah saya mungkin sudah sangat-sangat gendut (sekarang aja udah lebar, hahahaha), habisnya semua mau aja dimakan. ^^

Senin, 18 Juli 2011

"Dunia Memang Sempit"



Siapa nyana kalau teman kuliah saya adalah teman dari adiknya teman kantor saya? Siapa nyana juga kalau orang yang sama adalah teman kantor dari teman persekutuan saya? Siapa nyana lagi kalau teman saya (yang lain) adalah teman dari teman kantor saya? (Mudah-mudahan gak bingung)

"Dunia memang sempit". Itu yang bisa menjadi ungakapan dari kejadian ini. Kalau seperti ini ada pertanyaan di dalam pikiran saya "Dunianya yang sempit atau orang-orangnya yang terlalu aktif?" Hahaha

Kalau saya lihat ungkapan tersebut bisa bermakna dalam. Dunia disini maksudnya dunia di sekitar kita. Masih belum mudeng? Sederhananya, kehidupan di sekitar kita. Masih belum mudeng juga? Lingkungan kita, dimana kita beraktifitas, dan lain-lain. Gak mudeng juga?? Ya sudahlah, buang saja ke laut.

Saya sering berpikir pada saat saya berjalan-jalan di mall atau tempat keramaian lainnya, saya lihat banyak sekali orang lalu lalang. Dalam pikiran saya langsung muncul, "Mungkin saja diantara orang-orang yang lalu lalang ini adalah orang yang saya kenal atau suatu waktu akan saya kenal."

Kenal dimana?? Bingung kan?
Kenal melalui dunia maya misalnya. Saya mengikuti beberapa milis, bisa saja orang yang tidak saya kenali wajah maupun bentuk tubuhnya yang lalau lalang di mall atau tempat lain, salah satunya adalah teman milis saya, yang mungkin saja saya pernah bercengkerama dengan dia melalui dunia maya tanpa melihat orangnya. Atau mungkin salah satu orang yang lalu lalang tersebut juga akan saya kenal melalui milis atau aplikasi apapun di dunia maya.

But.. Thanks to Facebook, atau biasa disingkat FB (bukan iklan ya, saya tidak dapat royalti apa-apa, hanya menulis artikel sahaja). Melalui jejaring sosial dunia maya tersebut, saya dapat melihat wajah dari teman-teman dari dunia maya tersebut, walaupun bukan jaminan bahwa foto yang tertera adalah foto asli orang tersebut. Namun dari jejaring sosial itu saya juga dapat melihat siapa berteman dengan siapa. Salah tiga hasil dari jejaring ini adalah 3 contoh saya di awal tulisan ini. Saya atau teman-teman saya mengetahui 'hubungan' ini dari FB.

Lucu ya.. Sekali lagi ah saya tulis "Dunia memang sempit".

(J) 10 Juli 2011

Jalan-jalan Ka Bandung ep. 2 - Wisata Kuliner

Halooo… Selamat Tahun Baru dulu walaupun sudah lewat beberapa hari. Posting pertama di tahun 2011 ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya. Sekarang saya mau melanjutkan ke episode ke-2, wisata kuliner di Bandung. Bandung setau saya merupakan pusat kuliner yang banyak dan ramai, beragam pula macamnya. Kali ini saya membahas mengenai wisata kuliner yang saya lakukan di Bandung waktu itu, tidak semua tempat bisa saya kunjungi dan foto tapi paling tidak saya mencicipi makanan khas Bandung. Dan perjalanan kali ini ke Bandung kita memiliki motto “No FO”.



Wisata Kuliner - Top Markotop, Mantap Surantap, Sehat Waalfiat




Hari pertama kita sampai di hotel sudah cukup sore. Jalanan tidak terlalu macet (mungkin pada tau saya mau dateng.. hahaha). Sampai di hotel kita beristirahat terlebih dahulu, menikmati hotelnya. Kira-kira pukul setengah 8 malam, kita keluar dari hotel untuk mencari makan (baru malem-malem keluarnya, baru laper soalnya). Bingung juga mau makan apa, karena belum ada banyak pilihan di pikiran. Kita jalan-jalan ke pusat kota Bandung, ga tau arahnya mau kemana, cuma ngikutin jalan aja. Untungnya di Bandung banyak banget petunjuk jalannya di setiap belokan atau perempatan. Eh, terpikir mau ke Pasir Kaliki, tapi ko ya jalanan ke arah sana sedikit macet. Kita balik arah ngikutin jalan yang ada. Saya cuma afal dikit-dikit jalanan di Bandung, tapi kali ini seperti petualangan, berputar-putar kota Bandung. Senangnya lagi, jalanan yang kita lewati tidak macet (mungkin karena sudah malam juga), kita jadi enjoy.



Mutar sana-sini, pas masuk ke Jalan Lengkong Besar ada Food Court cukup besar. Akhirnya kita memutuskan untuk berhenti dan mencari makan disana. Tempatnya tidak terlalu bersih tapi penjual makanannya banyak. Lihat-lihat mau makan apa kira-kira. Ada Batagor Abuy, Lumpia, Nasi Goreng, Otak-otak, Jus, Steik, Nasi Goreng, Soto Bandung, Roti Bakar, dll. Lengkap juga nih, jadi bisa milih mau makan yang mana. Kita berdua akhirnya memutuskan untuk makan batagornya dulu. Tapi saya kepengen banget lumpia basah, akhirnya beli lumpia goreng dan basah. Enak loh batagor dan lumpianya, berassaaa. Suami beli nasi goreng (semua tau donk penampakannya seperti apa - karena ga ada di foto) untuk mengganjal perut orang Indonesia-nya ditambah jus pear+apel. Saya mau beli Soto Bandung tapi rasanya kenyang banget.



Tidak sampai disitu, kita sebenarnya mau balik ke hotel, tapi kita tergerak untuk naik ke atas, ke Lembang. Mumpung sudah malam dan pastinya tidak macet, jadi kita naik ke atas. Wah, udaranya sejuk, banyak penjual makanan disekitar situ; ketan bakar, colenak, sate, sekoteng, kopi, jagung bakar, dll. Tidak terlalu ramai pada saat saya datang, mungkin sudah larut malam atau mungkin memang belum ramai pengunjung. Kita memutuskan untuk minum minuman hangat. Saya membeli kembang tahu dan suami membeli ronde jahe. Ditambah dengan ketan bakar dibumbui serundeng (sebenarnya ada bumbu oncom juga, tapi saya tidak pilih). Hangatnyoooo….



Hari kedua di Bandung kita makan pagi agak telat, karena semalam kita pulang larut. Makan pagi di hotelnya cukup enak. Hari pertama hanya dapat nasi goreng, ayam goreng mentega, bihun goreng dan omelete. Buah-buahannya sudah habis, padahal mau mencoba nanasnya yang katanya enak. Siangnya kita jalan kaki disekitar hotel, karena kita lihat arah ke Lembang sangat macet. Sorenya kita pergi ke gereja dan rumah saudara saya. Kita makan disana (terima kasih sudah dijamu) makanan chinese food. Lucu deh, pas kita mau ke gereja dan rumah saudara saya, kita lihat arah ke Bandung melalui Cihampelas sangat macet, kita dibuang ke arah Geger Kalong. Tidak pernah lewat sana, cuma ngikutin kata hati aja, eh tau-tau keluarnya di daerah yang ke arah Universitas Maranatha yang arahnya bisa ke tol juga. Thank God banget, Tuhan kayanya ngarahin kita lewat sana. Kita melewati restoran penjual bakso dan disana saya baca slogannya sambil ketawa-ketawa:
<span style="color:#ff0000;">Top Markotop, Mantap Surantap, Sehat Waalfiat </span>(hahahaha…)



Setelah pulang dari rumah saudara saya, kita berpikir untuk jajan, makan makanan kecil. Jalan-jalan lagi tanpa tau mau kearah mana, ngikutin jalan lagi seperti kemarin. Tau-tau kita ada di daerah Otista sekitarnya. Keingetan di daerah sana ada yang namanya Jalan Cibadak yang terkenal rame dengan tukang makanan. Saya mau beli mie kocok. Akhirnya kita berhenti di Jalan Cibadak, lihat sana sini akhirnya kita beli sekuteng. Sekuteng disini berbeda karena ditambah sejenis biskuit wafel yang bentuknya bulat. Wah segar dan enak. Kita menyusuri Jalan Cibadak lagi tapi ga nemuin Mie Kocok. Saya ingat di daerah Pasir Kaliki ada Mie Kocok, jadilah kita pergi kesana.



Jalan Pasir Kaliki merupakan pusat jajanan dan penjualan oleh-oleh terkenal di Bandung, karena dekat dengan stasiun. Penjual makanan berjejer; kaki lima, penjual oleh-oleh khas Bandung; dan ada juga hotel. Kita berhenti di tikungan seberang D’Batoe Hotel. Disana ada penjual ayam bakar yang enak; Ayam Bakar Semar (tapi karena sudah kemalaman jadi sudah tutup); dan mie kocok. Kita makan mie kocok disana. Untuk rasa ya boleh lah, tapi buat saya tidak terlalu enak, sepertinya beda dengan Mie Kocok yang dulu sering saya makan di daerah Jalan Suryani. Paling sedikit ini bisa memuaskan kekangenan saya untuk makan Mie Kocok.



Hari ketiga, sarapan lagi di hotel dan kali ini kita datang lebih awal, jadi masih kebagian roti, buah dan soup. Kali ini disediakan Soto Bandung… wah ga perlu nyari-nyari lagi, sudah ada disini. Buahnya juga makan cukup banyak, memang nanasnya enak; manis asam berair. Hmmmm….. yummy

Hari ini adalah hari terakhir kita di Bandung. Setelah itu kita pulang ke Jakarta. Sebelum pulang pastinya kita mau membeli oleh-oleh. Suami juga mau ke Jalan Riau dan mau makan es duren (yah ampun kaya ga ada es duren di Jakarta… hahaha). Karena seingat saya Jalan Riau itu di daerah dekat dengan Dago (jalannya hampir searah, tapi dekat itu ga bener), jadi kita ke arah Jalan Juanda dulu dan ke Dago Atas. Kita sampai ke The Valley, padahal mau makan Suki Gardennya tapi masih belum buka, katanya bukanya jam 5, waaahhhh keburu lapar. So, kita turun lagi ke bawah dan menyusuri Jalan Juanda yang cukup panjang. Setelah menebak-nebak jalanan mana yang harus dilewati untuk ke Riau, akhirnya kita sampai juga di Jalan Riau. Kita mencari parkiran dan dapat di Jalan Banda. Eh ternyata di depan kita berdiri gedung Jonas Photo dan sedang sale frame. Di depan Jonas Photo ada penjual makanan juga, salah satunya es duren. Pas lah. Kita berburu frame terlebih dulu, baru makan es duren, siomay ikan, dan lumpia basah (lagi). Ditemani gerimis, kita makan dengan lahap. Kenyang deh.



Saatnya kita membeli oleh-oleh di Prima Rasa daerah Jalan Pasir Kaliki. Tempatnya bagus dan ada cafenya pula. Sempat berfoto di pintu depannya. Beli beberapa oleh-oleh untuk keluarga di jakarta, lalu pulang. Sebelum ke Jakarta kita menyempatkan bertandang ke rumah saudara saya di daerah Padalarang (karena searah dengan jalan pulang). Tappppiiii…. arah pulang ke Jakarta dari Tol Pasteur sssaaaannnngggaaaatttt mmmuuuaaaccceeetttssss…….. 10 KM lebih bow. Walah. Ya nikmatin aja deh. Hehehe…..



Akhirnya kita sampai juga di jakarta jam 1 pagi. Seneng, tapi cape juga sama macetnya. Lain kali kayanya harus pulang malam aja kalau dari Bandung, paling kalau kena macet ya sedikit. Silahkeun ka Bandung. Wilujeng Sumping. ^^

Jalan-jaan Ka Bandung ep. 1 - Hotel Casa D'Ladera



Liburan Natal saya dan suami jalan-jalan ke Bandung. Rencananya mau refreshing sekaligus mengunjungi beberapa keluarga. Sudah setahun lebih kita ga ke Bandung, rasanya kangen juga. Kita berangkat hari Jumat tgl. 24 Desember dan pulang hari Minggu tgl. 26 Desember. Kita menikmati sekali perjalanan kali ini. Kita bisa jalan-jalan di kota Bandung sekaligus menikmati pemandangan. Kali ini saya mau review hotel yang kita tempati.



Hotel Casa D’Ladera


Kita menginap di hotel Casa D’Ladera daerah Setiabudi, tepatnya disebelah gang yang mau ke arah Cipaku Indah. Rata-rata sih pada bingung kalau kita kasih tau hotel kita, orang Bandung sendiri juga ga tau. Awalnya cari sana sini di internet, bingung juga sih mau nginep di mana. Ada list beberapa hotel di Bandung yang direkomendasikan tapi pas liat gambarnya, rasanya kurang sreg atau pas liat daerahnya kita ga berminat. Suami sudah mewanti-wanti untuk mencari hotel kalau bisa di daerah yang sejuk, tidak di kota. Paling kalau mau sejuk dan tidak di daerah kota ya di Lembang, tapi kalau Lembang di daerah atas takut macet kalau mau kemana-mana. Cari lagi di google, ketemu dengan hotel Casa D’Ladera. Ga banyak referensi dan review tapi ada beberapa aja, malah ada yang kurang suka dengan hotelnya.



Setelah membaca referensi tersebut, saya ajukan ke suami dan mulai telepon untuk mengetahui harga dan ketersediaan tempat. Ternyata harganya adalah harga liburan, jadi lebih mahal dari harga biasanya. Kamarnya terdiri dari 3 tipe yaitu Standard, Deluxe dan Family. Perbedaannya: Standard hanya kamar dan kamar mandi, Deluxe ada garasinya dan kamar berada di atas, Family ada ruang tamu dan kamarnya ada di bawah. Harganya saya kurang begitu tau nih, lupa nyatet. Katanya kalau hari biasa kamar Standard harganya Rp 180.000,- (murah ya). Kamar yang kita tempati adalah kamar Deluxe, harga liburan adalah Rp 450.000,- (masih murah juga menurut saya daripada hotel lain).



Fasilitas kamarnya adalah kamar mandi dalam (tidak ada bathtub - sering ga kepake juga), AC, lemari dan meja rias. Kamarnya juga bersih. Fasilitas umumnya, terutama untuk anak-anak hanya ada taman bermain, tidak ada kolam renang. Kita juga ga terlalu tertarik dengan kolam renang karena pastinya kita ga akan berenang. Kalau mau berenang bisa turun ke arah Cipaku Indah Hotel dan berenang disana. Plusnya dari hotel ini adalah banyaknya jendela di kamar, jadi kalau pagi sampai siang bisa menikmati udara yang sejuk. Pemandangannya juga indah, apalagi dari kamar type Deluxe yang memang kamarnya berada di atas.



Untuk makan pagi - menurut beberapa sumber - kalau misalnya yang menginap tidak banyak maka makan pagi akan diantar ke kamar. Tapi kalau misalnya banyak yang menginap, disediakan secara prasmanan. Waktu saya menginap, karena rame jadinya makan secara prasmanan. Disediakan nadi goreng, bihun atau mie goreng, ayam goreng mentega, sop, roti, omelete, buah, kopi, teh dan air putih. Makan paginya tidak seperti hotel-hotel yang besar-besar, tapi boleh dibilang cukup. Rasa masakannya juga Indonesia banget, oke lah masakannya. Buahnya juga enak, pepayanya manis, apalagi nanasnya; juicy dan manis asam (kayanya beli di tukang jual nanas dekat hotel).



Secara garis besar, nginep di hotel ini memuaskan. Tidak ada compalain sama sekali. Tips untuk menginap di hotel ini:

- Booking dulu dari Jakarta (kayanya rame, apalagi musim liburan)

- Kalau yang tidak merokok, lebih baik minta kamar yang “Non-Smoking”

- Kalau dapat kamar yang “Smoking”, minta untuk disemprot dengan pewangi

Selamat berlibur ^^



…… To Be Continued

COOL Celebration "Thanksgiving" 2010



Hari Kamis, 25 November 2010, diselenggarakan Cool Celebration GBI PRJ dengan tema “Thanksgiving” dengan ayat pendukung dari 1 Korintus 13:13. Mengapa dipilih tema tersebut? Selain merayakan hari Thanksgiving, juga di acara ini adanya saling berbagi antar Cool. Acaranya sendiri berlangsung di Restaurant Suncity Grand Ballroom B dan dimulai pada pukul 19.00.
Panitia acara ini sudah mempersiapkan acara ini dengan baik. Dimulai dari perencanaan-perencanaan mengenai acara sampai dengan doa puasa. Acara kali ini terlihat sekali kalau dibuat dengan suasana “Dari Cool Untuk Cool”. Pengisi acaranya adalah dari Cool yang ada di GBI PRJ dengan dibuat “Cool Got Talent”. Audisi Cool Got Talent diadakan pada hari Sabtu, 13 November 2010 dan meloloskan 5 orang finalis yang bisa beraksi di panggung Cool Celebration. Kelima finalis tersebut adalah Tari Hula Hop dari Cool Asean Tower, Lenong mengenai Rut dan Boas dari Cool Rajawali, Accapela dari Cool Rajawali, Puppet Show dari Cool JG dan Tari Hip Hop dari Cool Reza. Mereka semua punya kreativitas yang sangat luar biasa.

Panitia juga merencanakan membuat acara “Peduli Kasih”, yaitu memberikan bingkisan berupa uang tunai bagi jemaat Cool yang kurang mampu. Panitia menjual tiket untuk jemaat Cool bisa masuk ke acara ini. Ternyata tiket yang disediakan terjual habis, malah ada yang meminta lebih. Panitia juga membuat acara Door Prize dengan hadiah-hadiah yang menggiurkan, seperti Blackberry, LCD TV, dll.

Pada hari-H, jemaat Cool yang sudah memiliki tiket satu-per-satu berdatangan mulai pukul 18.30. Jemaat diharuskan untuk registrasi terlebih dahulu. Di tempat registrasi, tiket dipotong di bagian untuk Door Prize dan mendapatkan souvenir berupa mug. Jemaat yang hadir juga berpakaian rapi sesuai dengan dresscode yang diberikan panitia yaitu “Semi-Formal”. Pukul 19.00 acara dimulai dan dibuka dengan pujian penyembahan. Selanjutnya acara-acara lain seperti Door Prize, Cool Got Talent, Peduli Kasih menyusul dibarengi dengan makan-makan.

Dengan MC “terkenal GBI PRJ” - Herman Charlie Lussya (HCL) - Cool Celebration dipandu dengan sangat baik, lucu dan tidak membosankan. Finalis Cool Got Talent mempersembahkan acara yang sangat menarik dan lucu. Dan akhirnya yang menjadi pemenang adalah Tari Hip Hop dari Cool Reza. Acara Peduli Kasih juga tidak kalah menariknya, ditayangkan video dari beberapa jemaat Cool yang kurang mampu, yang akan diberikan bingkisan berupa uang tunai. Semuanya ditantang untuk dapat memberikan persembahan pada saat itu juga untuk jemaat Cool yang kurang mampu tersebut. Persembahan yang terkumpul lebih kurang Rp 27.000.000,- yang dibagikan kepada 10 orang jemaat Cool yang kurang mampu.

Door Prize juga seru, sampai-sampai MC pun menginginkan hadiah Door Prizenya. Semua menunggu-nunggu dengan cemas, kalau-kalau nomor tiket mereka yang disebut. Hadiah puncak adalah LCD TV yang diterima oleh salah satu jemaat Cool yang menerima bingkisan “Peduli Kasih” dan dia bersaksi kalau anaknya meminta sebuah televisi dan ternyata dia mendapatkan dari Cool Celebration ini. Berarti hadiah Door Prize ini sampai kepada orang yang memang membutuhkan.

Acara puncak Cool Celebration adalah penyerahan Piala Bergilir untuk Cool Terbaik. Untuk tahun 2010 ini, yang mendapatkan piala bergilir Cool Terbaik adalah Cool Rajawali 2 dengan Cooler Bapak Asui.

Acara terus berlangsung dan tidak terasa waktu sudah sangat larut. Pukul 22.30 semuanya baru selesai. Ada beberapa yang sudah pulang, tapi ada juga beberapa yang masih bertahan. Semua pulang dengan ceria, walaupun ada yang tidak mendapatkan Door Prize.

Ada pemberitahuan dari Ibu Grace (Kabid. Cool), esok harinya, jemaat Cool yang mendapatkan bingkisan uang tunai mengucapkan terima kasih. Mereka sangat terbantu dengan adanya uang yang mereka dapatkan dari “Peduli Kasih”; untuk biaya anak sekolah, untuk membeli kaca mata anaknya, dll. Biarlah acara ini dapat memuliakan nama Tuhan selalu. ^^

(J)

Let's Have Fun Making Bento (",)



Gathering ini adalah gathering kedua yang saya ikuti dari wisataseru.com. Pertama kali adalah Tea Gathering di Eat&Eat Mall Kelapa Gading. Untuk Tea Gathering, saya tidak posting sama sekali, padahal sudah ada fotonya dan sudah ijin pula, tapi karena waktu itu sempat internet tidak terlalu bagus koneksinya jadi ya tidak kesampaian sampai sekarang. Eh, tau-tau sudah ikut gathering yang berikutnya. Hehehe….

Kali ini gatheringnya diadakan di Restaurant Smoked Crab (SC) di Grand Indonesia hari Sabtu tanggal 20 November 2010 pukul 14.00. Sebelum saya ikut gathering ini, pada hari yang sama, saya mengikuti kursus Chocolate Modelling di TBK Belle. Jadi, saya sempat buru-buru juga menuju tempat gathering. Perjalanan dari Sunter ke Grand Indonesia ditempuh dalam waktu satu setengah jam, karena ada beberapa titik kemacetan yang saya lewati. Sampai di Rest. SC, ternyata acaranya sudah dimulai walaupun belum terlalu lama dan tempat duduk yang ada sudah penuh.

Dari data yang ada dari wisataseru.com, yang mengikuti acara ini ada 63 orang, padahal tempat yang ada paling menampung kira-kira 50 orang. Wah, cukup antusias juga peminatnya. Kalau saya tebak, karena adanya pelatihan pembuatan bento dari Little Bento House. Saya ketinggalan banget nih, katanya belakangan ini lagi rame pembuatan bento, makanya ada beberapa teman yang ikut karena adanya pelatihan pembuatan bento ini.

Pertama-tama dibuka dengan penjelasan mengenai bento oleh Mrs. Pristy dari Little Bento House. Dia menjelaskan bagaimana cara membuat telur warna-warni untuk menghias bento. Lalu dijelaskan juga beberapa alat yang diperlukan untuk membento; seperti cutter (seperti cutter cookies hias), puncher, cetakan nasi, cetakan telur, tempat saus kecil, dll. Lucu-lucu deh pokoknya. Sempat terpikir, mem’bento’ ini kan populer di Jepang; orang-orang Jepang benar-benar kreatif. Bukan hanya bento tapi ada beberapa hal lagi yang terkenal dari Jepang; salah satunya komik Jepang dan origami.

Setelah kita diberikan penjelasan dan diajarkan beberapa hal, sekarang waktunya kita semua diminta untuk membuat bento masing-masing dengan bahan-bahan yang sudah disediakan. Awalnya kita diminta untuk membuat sketsa terlebih dahulu apa yang ingin kita buat. Saya sempat bingung mau buat apa, juga karena rame sekali jadi malas untuk berdempet-dempetan mengambil bahan-bahan yang adanya di meja depan. Saya akhirnya membuat sketsa suasana Natal; pohon Natal dan snowman. Awalnya sudah merancangkan menggunakan beberapa bahan, tapi pas sampai depan ternyata bahannya sudah habis. Jadilah membuat seadanya tapi akhirnya jadi juga walaupun dengan bahan seadanya. Kalau mau mengetahui lebih lanjut mengenai bento yang saya buat, bisa klik disini.

Gathering ini diliput oleh 5 stasiun televisi: MNCTV, RCTI, SCTV, GlobalTV, dan TransTV. Kalau RCTI dan GlobalTV katanya sudah menayangkan pada tanggal 21 November 2010, sehari setelah gathering. Sayangnya saya tidak nonton dan sekarang saya lagi cari linknya. Ada sedikit cerita, kru RCTI datang lebih lambat dan saya sempat disyuting pada saat saya sedang membuat sketsa. Makanya saya pengen banget dapat link untuk liputan RCTI tersebut. Kalau mau mengetahui lebih lanjut mengenai gathering ini, bisa klik disini. ^^

(J)

Blogging Test

I read Yunie’s blog, then I saw her post about the blogging quiz or test. So, I clicked the link then I did the quiz. This is the result of my three quiz.



Your Blogging Type Is Thoughtful and Considerate


You’re a well liked, though underrated, blogger.

You have a heart of gold and are likely to blog for a cause.

You’re a peaceful blogger - no drama for you!

A good listener and friend, you tend to leave thoughtful comments for others.

–> Am I?


You Are a Life Blogger!Your blog is the story of your life - a living diary.

If it happens, you blog it. And you make it as entertaining as possible.

You may be guilty of over-sharing a bit on your blog, but you can’t help it.

Your life is truly an open book. Or in this case, an open blog!

–> I think this is right, my blog is about my daily life, but I will write something that will bless others.


Your Blog Should Be Green

Your blog is smart and thoughtful - not a lot of fluff.

You enjoy a good discussion, especially if it involves picking apart ideas.

However, you tend to get easily annoyed by any thoughtless comments in your blog.

–> This is right, my blog’s colour is green, mix with yellow. ^^

note: If you want to do the test, please go to www.blogthings.com.

(J)

Pameran Alkitab dan Benda-benda Alkitab



Dari tanggal 05 November sampai 08 November pukul 09.00 - 20.00 WIB diadakan acara yang dimanakan Christian Books and Gifts Fair 2010 untuk pertama kalinya dengan tema “A Celebration of Reading and Giving”. Acara ini kerja sama antara beberapa penerbit buku rohani. Isi acaranya beragam; seminar, Story Telling untuk anak-anak, penjualan buku, penjualan kaos, penjualan aksesoris, penjualan kaset, dll.
Pada hari Minggu setelah ibadah, saya berkesempatan untuk mengunjungi pameran tersebut. Terlihat antusiasme pengunjung yang hadir sangat luar biasa. Yang menarik di pameran ini adalah Pameran Alkitab dan Benda-Benda Alkitab, terlihat dari banyaknya pengunjung yang memadati ruangan pameran.

Setelah kita memasuki ruangan pameran Alkitab dan Benda-Benda Alkitab, kita diarahkan untuk melihat bagaimana sejarah Alkitab. Lanjut di sebelahnya ada flora yang kita sering baca di Alkitab seperti Biji Sesawi yang kecil sekali, buah Ara, Jelai, Gandum, dll. Kalau kita melihat ke tengah ruangan, terdapat benda-benda seperti Oven Tanah Tradisional, Replika Bahtera Nuh, Kantong Kulit, dll. Agak ke pinggir dalam, kita bisa melihat Sofar (sangkakala dari tanduk), replika dari baju Efod yang dipakai oleh Imam Besar beserta penjelasannya, replika Bait Allah Pertama serta Bait Allah Herodes dan replika benda-benda di dalam Bait Allah. Kalau kita maju sedikit akan melihat beberapa perlengkapan perayaan-perayaan Yahudi; Hanukkah, Purim, Pantekosta, Paskah, dll.

Berbelok ke kiri, kita akan disuguhkan dengan jejeran alat-alat musik seperti Sangkakala, Kecapi, Ceracap, Gambus, Rebana, dan ada beberapa yang bisa dicoba. Sebelah alat-alat musik tersebut terdapat meja yang memamerkan wewangian dari tanah Israel beserta batu-batuannya. Kita boleh mencium wewangian tersebut. Salah satu wewangian yang saya coba cium adalah Narwastu. Benar-benar wangi dan wanginya tidak bisa saya lupakan. Saya langsung teringat akan cerita di Alkitab yang menceritakan mengenai seorang wanita yang datang dan mengurapi Yesus (Markus 14:3-9). Orang-orang berkomentar bahwa itu semua adalah pemborosan dan memarahi perempuan tersebut. Tetapi Tuhan berkata bahwa perempuan tersebut melakukan suatu perbuatan baik pada-Nya.

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.” (Markus 14:9)

Berjalan-jalan lagi, ada pohon-pohon seperti pohon sesawi, ara, dll. Menuju ke arah yang berlawanan, ada pameran Alkitab dari terjemahan yang lama sampai baru. Ada Alkitab tulisan tangan juga yang cukup tebal dan ada Alkitab terkecil dimana membacanya harus menggunakan kaca pembesar. Di pinggir ada penayangan video mengenai cara-cara dalam meniup sangkakala. Setelah itu, sebelah pintu keluar, ada penjualan buku dan souvenir. Saya beli buku “Mengenal Benda-Benda Alkitab”. Kalau mau memberi kado atau untuk anak-anak dapat belajar mengenai Alkitab, buku ini sangat disarankan, harganya juga murah dengan HardCover. Saya juga membeli Minyak Narwastu, sedikit mahal karena hanya dapat beberapa mililiter saja.

Wah, senang sekali berada disini. Oya kalau misalnya mau melihat benda-benda Alkitab tapi pamerannya sudah tutup, bisa datang ke:

YPI Kawanan Kecil

Jl. Raya Rawa Sengon No. 35

Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara

Telp: (021) 4393 5346-47

Jam kunjungan:

Senin-Jumat, pk. 09.00 - 16.00 WIB

Hari Sabtu/Libur/Kunjungan Group dengan perjanjian

Atau bisa juga menunggu pameran selanjutnya. JBU ^^

ORIGAMI


Gw kemaren sempet buka-buka internet, cari-cari ada origami. Ada contoh beberapa petunjuk pembuatan origami.  Yang gw ambil ada pembuatan kupu-kupu, kelinci n anjing. Lucu deh.

Gw pas jam pulang kerja langsung buat kertas bentuk bujursangkar. Coba buat yang kupu-kupu. Lipet sana lipet sini. Belom ketemu juga gimana jadinya, akhirnya masih belom jadi sampe dijemput sama Daniel.

Pulang ke rumah diliat lagi gambarnya, cara ngebuatnya gimana diliat-liat sambil dibuat (ngelanjutin yang tadi). Setelah beberapa lama berkutat dengan kertasnya akhirnya ketemu juga de kunci-kuncinya. Jadi juga kupu-kupunya dengan banyak tekukan-tekukan kegagalan (namanya juga pertama kali, hahahaha alesan).

Trus hari ini di kantor, gw akhirnya buat origami kupu-kupu lagi (dengan lancarnya), kelinci n anjing. Gw kasih semuanya ke Bong. Kata Bong dia mau bebek…. gw bilang tar gw kasih burung… gw uda buatin burung ni n gw kasih ke dia. Bebek???? Hmmmm…. sebentar gw cari n gw kasih dia lagi. Tunggu aje ye…
(J)

I Love Rainy Day

Hari Rabu, tanggal 19 November 2008. Ting-ting (One of my friends) ulang tahun.

Gw ada training WL di KTC, hari terakhir si, sebenernya buat bagi sertifikat tapi ternyata belum ditanda tangan, so harus ambil lagi lain hari. Hari ini yang dateng Kak Sherly Berhitu (sori kl salah penulisan nama, abis cuma sering manggil aja).

Trainingnya selesai jam 8 malam, gw jalan-jalan sebentar ke Matahari. Liat-liat ga ada yang berminat, ya kita pulang. Di tempat parkiran gw denger kalo diluar hujan… ya lumayan besar. Langsung de siap-siap pake jas hujan. Bener aja hujannya lumayan besar pas keluar KTC. Sampe rumah masih hujan. Hawanya enak banget…. karena ujan.

Kalo hujan gw ga tau kenapa seneng banget. Emang si kalo hujan terus-terusan ga terlalu bagus juga, bisa-bisa ga dapet sinar matahari n kalo mau pergi kemana-mana pasti susah palagi buat yang naik motor. But, I still love rainy day.

Gw dengerin suara hujan dari dalam kamar. Sambil tidur-tiduran. Tik tik tik…. hujannya ga terlalu besar tapi terus-terusan. Sebelum gw tidur pun masih hujan, ga tau berentinya kapan. Kalo denger bunyi hujan, rasanya ada perasaan asik. Tenang, seger, sejuk, nyaman, dingin. Brrrrr…… Gw ambil selimut, tutupin badan dengan selimut…. sedikit hangat…. lalu…. tidur.
(J)

Motor Jadul

Semangat!!

Kemarin malam tidur terlalu larut ni… jam 1 baru bobo. Bangun pagi-pagi melakukan rutinitas yang sama lagi, yaitu pergi ke kantor. Biasa, sekarang kan tiap pagi pasti dianter ma suami naik motor. Motornya pake motor Honda Supra X125D, uda motor keluaran baru lah, tahun 2000 an punya, milenium.

Jalanan tadi pagi yang dilewatin juga sama, pastinya tempat-tempat yang dilihat juga sama…. Mapple Park Apt, Jembatan layang PRJ, Mega Glodok Kemayoran, Katedral Mesias (Reformed Church), Gedung Pelni, Pasar, Golden Truly, Gedung Kesenian Jakarta, Kantor Pos Pusat, Gereja Katedral n Masjid Istiqlal, Istana Negara, Tanah Abang (TA) I, TA II, TA III, terakhir adalah kantor.

Tapi apa yang membuat perjalanan kali ini jadi berbeda?

Dalam perjalanan yang memakan waktu kira-kira 30 menit itu, gw melihat banyak sekali motor-motor keluaran tahun lama, kebanyakan tahun 1990an punya, yang model-model motornya bukan seperti keluaran tahun 2000an. Bentuknya uda rada kucel, ditambah lagi tadi malem abis ujan n jalanan becek, jadilah motor-motor jadul itu tambah keliatan tak terawat. Lucu deh, gw ngeliat motor jadul banyak banget, ga seperti hari-hari biasa.

Jadi keingetan dulu juga papa pake motor jadul banget, yaitu motor VESPA yang bodinya gede. Dengan naik motor itu gw dianterin sekolah, dianterin kemana-mana. Sampe akhirnya punya mobil, itu pun masih sering dianter pake motor Vespa. Gw inget waktu itu naik motor Vespa diboncengin di belakang n gw pake rok (kebayang donk ya..). Motor Vespa tersebut dijual karena memang uda ga terlalu kepake n ada orang lain yang lebih membutuhkan.

Selanjutnya…. Daniel sebelum punya motor Honda Supra X125D, pake motor (kalo ga salah Honda Supra Fit) yang bunyi knalpotnya memekakkan telinga. Tapi dulu pacaran gw diboncengin pake motor itu, hehehehe….. Akhirnya bli baru lagi motornya n bli mobil juga, motor lamanya dijual ke warung deket rumah.

Kalau liat motor-motor jadul itu rasanya mau ketawa… bentuk-bentuknya itu loh yang ngebuat jadi lucu…. ada yang sayapnya lebar, bentuknya kotak, bodinya gede, mesinnya gede, bodinya jelek, dll.  Kalo diliat dari bentuk n bodi motor, yang terbaru lebih ergonomis n lebih enak diliat. But, kl soal keempukan tempat duduknya, kayanya masih lebih asik yang motor jadul de, hehehehe……
(J)