Senin, 18 Juli 2011

ORIGAMI


Gw kemaren sempet buka-buka internet, cari-cari ada origami. Ada contoh beberapa petunjuk pembuatan origami.  Yang gw ambil ada pembuatan kupu-kupu, kelinci n anjing. Lucu deh.

Gw pas jam pulang kerja langsung buat kertas bentuk bujursangkar. Coba buat yang kupu-kupu. Lipet sana lipet sini. Belom ketemu juga gimana jadinya, akhirnya masih belom jadi sampe dijemput sama Daniel.

Pulang ke rumah diliat lagi gambarnya, cara ngebuatnya gimana diliat-liat sambil dibuat (ngelanjutin yang tadi). Setelah beberapa lama berkutat dengan kertasnya akhirnya ketemu juga de kunci-kuncinya. Jadi juga kupu-kupunya dengan banyak tekukan-tekukan kegagalan (namanya juga pertama kali, hahahaha alesan).

Trus hari ini di kantor, gw akhirnya buat origami kupu-kupu lagi (dengan lancarnya), kelinci n anjing. Gw kasih semuanya ke Bong. Kata Bong dia mau bebek…. gw bilang tar gw kasih burung… gw uda buatin burung ni n gw kasih ke dia. Bebek???? Hmmmm…. sebentar gw cari n gw kasih dia lagi. Tunggu aje ye…
(J)

I Love Rainy Day

Hari Rabu, tanggal 19 November 2008. Ting-ting (One of my friends) ulang tahun.

Gw ada training WL di KTC, hari terakhir si, sebenernya buat bagi sertifikat tapi ternyata belum ditanda tangan, so harus ambil lagi lain hari. Hari ini yang dateng Kak Sherly Berhitu (sori kl salah penulisan nama, abis cuma sering manggil aja).

Trainingnya selesai jam 8 malam, gw jalan-jalan sebentar ke Matahari. Liat-liat ga ada yang berminat, ya kita pulang. Di tempat parkiran gw denger kalo diluar hujan… ya lumayan besar. Langsung de siap-siap pake jas hujan. Bener aja hujannya lumayan besar pas keluar KTC. Sampe rumah masih hujan. Hawanya enak banget…. karena ujan.

Kalo hujan gw ga tau kenapa seneng banget. Emang si kalo hujan terus-terusan ga terlalu bagus juga, bisa-bisa ga dapet sinar matahari n kalo mau pergi kemana-mana pasti susah palagi buat yang naik motor. But, I still love rainy day.

Gw dengerin suara hujan dari dalam kamar. Sambil tidur-tiduran. Tik tik tik…. hujannya ga terlalu besar tapi terus-terusan. Sebelum gw tidur pun masih hujan, ga tau berentinya kapan. Kalo denger bunyi hujan, rasanya ada perasaan asik. Tenang, seger, sejuk, nyaman, dingin. Brrrrr…… Gw ambil selimut, tutupin badan dengan selimut…. sedikit hangat…. lalu…. tidur.
(J)

Motor Jadul

Semangat!!

Kemarin malam tidur terlalu larut ni… jam 1 baru bobo. Bangun pagi-pagi melakukan rutinitas yang sama lagi, yaitu pergi ke kantor. Biasa, sekarang kan tiap pagi pasti dianter ma suami naik motor. Motornya pake motor Honda Supra X125D, uda motor keluaran baru lah, tahun 2000 an punya, milenium.

Jalanan tadi pagi yang dilewatin juga sama, pastinya tempat-tempat yang dilihat juga sama…. Mapple Park Apt, Jembatan layang PRJ, Mega Glodok Kemayoran, Katedral Mesias (Reformed Church), Gedung Pelni, Pasar, Golden Truly, Gedung Kesenian Jakarta, Kantor Pos Pusat, Gereja Katedral n Masjid Istiqlal, Istana Negara, Tanah Abang (TA) I, TA II, TA III, terakhir adalah kantor.

Tapi apa yang membuat perjalanan kali ini jadi berbeda?

Dalam perjalanan yang memakan waktu kira-kira 30 menit itu, gw melihat banyak sekali motor-motor keluaran tahun lama, kebanyakan tahun 1990an punya, yang model-model motornya bukan seperti keluaran tahun 2000an. Bentuknya uda rada kucel, ditambah lagi tadi malem abis ujan n jalanan becek, jadilah motor-motor jadul itu tambah keliatan tak terawat. Lucu deh, gw ngeliat motor jadul banyak banget, ga seperti hari-hari biasa.

Jadi keingetan dulu juga papa pake motor jadul banget, yaitu motor VESPA yang bodinya gede. Dengan naik motor itu gw dianterin sekolah, dianterin kemana-mana. Sampe akhirnya punya mobil, itu pun masih sering dianter pake motor Vespa. Gw inget waktu itu naik motor Vespa diboncengin di belakang n gw pake rok (kebayang donk ya..). Motor Vespa tersebut dijual karena memang uda ga terlalu kepake n ada orang lain yang lebih membutuhkan.

Selanjutnya…. Daniel sebelum punya motor Honda Supra X125D, pake motor (kalo ga salah Honda Supra Fit) yang bunyi knalpotnya memekakkan telinga. Tapi dulu pacaran gw diboncengin pake motor itu, hehehehe….. Akhirnya bli baru lagi motornya n bli mobil juga, motor lamanya dijual ke warung deket rumah.

Kalau liat motor-motor jadul itu rasanya mau ketawa… bentuk-bentuknya itu loh yang ngebuat jadi lucu…. ada yang sayapnya lebar, bentuknya kotak, bodinya gede, mesinnya gede, bodinya jelek, dll.  Kalo diliat dari bentuk n bodi motor, yang terbaru lebih ergonomis n lebih enak diliat. But, kl soal keempukan tempat duduknya, kayanya masih lebih asik yang motor jadul de, hehehehe……
(J)

Berasal dari Hati??

Sekali waktu suami saya bercerita kepada saya. Hari itu dia pergi ke salah satu bank di Jakarta untuk mengambil uang. Pada saat dia akan melangkah masuk, ada satpam yang sudah berdiri membukakan pintu untuk dia. Satpam itu menyapa, “Selamat siang, Pak..” dengan suara lantang. Lanjut lagi satpam itu bertanya, “Ada yang bisa dibantu, Pak?”. Sumai saya hanya menjawab seadanya, namun dijawab oleh satpam tersebut, “Silahkan, Pak.” sambil tangannya menunjuk ke dalam.

Selama suami saya mengantri, tentunya ada beberapa orang yang keluar masuk bank tersebut. Dia mendengar salam, kata-kata dan ujaran dari satpam penjaga pintu tersebut. “Selamat siang, Pak.” “Ada yang bisa dibantu, Pak?” “Terima kasih, Bu.” “Terima kasih atas kunjungannya, Bu.” “Selamat jalan, Pak.” Kata-kata tersebut selalu berulang untuk orang yang keluar masuk bank dan diucapkan dengan nada dan intonasi yang monoton. Suami saya mendengar ucapan yang keluar dari mulut satpam tersebut, tertawa kecil. Dia juga menceritakan hal tersebut kepada saya dengan tertawa lebar. Saya pun setelah diceritakan langsung tertawa, dan saya menyarankan lain kali keluar masuk saja, pasti kata-kata yang sama yang akan diucapkan. Cape deh. Hahahaha.....

Ada lagi, suatu saat saya bersama suami pergi ke Bogor, kami makan di salah satu restoran yang cukup terkenal.Awal pertama kami menjejakkan kaki di teras restoran, sudah ada suasana nyaman. Kami mengambil tempat di tingkat dua. Setelah kami duduk, ada pelayan yang memberikan kami menu dan mencatat pesanan kami. Bukan soal makanannya yang membuat kami terkesan, tapi pelayanan dari restoran tersebut. Sebelum kami pulang, tentunya kami membayar terlebih dahulu, suami memberikan uang yang lebih dari harga yang ada di bon.

Ini Pak kembaliannya, mohon dihitung kembali.” kata-kata kasirnya diiringi dengan senyuman. “Terima kasih ya, Pak. Lain kali datang lagi. Hati-hati di jalan.” Kami pun berpisah dengan senyuman puas. Kami segera masuk ke mobil untuk balik ke Jakarta. Pada saat kami akan membayar uang parkir ke petugas parkir, petugas parkirnya menyatukan kedua telapak tangannya dan berkata, “Parkir gratis, Bos. Silahkan jalan, hati-hati di jalan.” Kami berdua tersenyum lagi, kami tambah terkesan lagi dengan pelayanan di restoran tersebut, rasanya puas sekali kami pergi kesana.

Saya berdua dengan suami segera membandingkan antara kedua kejadian di atas. Kami melihat perbedaan yang sangat mendasar dari pelayanan di kedua tempat tersebut. Kami merasakan kalau pelayanan satpam bank terkesan dipaksakan, namun pelayanan orang-orang di restoran berasal dari hati yang memang ingin memberikan kepuasan kepada orang yang datang. Kami langsung membandingkan dengan pelayanan kami kepada Tuhan. Kadang kami merasa terpaksa sehingga hati kami merasa terbebani, yang seharusnya…. pelayanan itu berasal dari hari, hati yang melayani Tuhan. (J)

Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."
I Petrus 4:10

Senin, 11 Juli 2011

Nostalgia ~~<@

Aku mau belajar lagi sampai malam
Saat-saat tegangku untuk test akhir
Ya, terakhir di SMA
Semua akan berpisah
Walaupun dekat tapi tetap akan jauh

Hari-hari yang telah kulalui di bangku kecil itu
Dengan keceriaan
Dengan kesedihan
Dengan kegembiraan
Dengan ketegangan
Dan dengan kebersamaan

Semua akan terlewati
Seiring dengan hari-hari yang terus berlanjut
Ini memang harus berakhir sampai disini

Segala keceriaan
Segala kesedihan
Segala kegembiraan
Segala ketegangan
Dan segala kebersamaan

Entah itu akan terualang
Ataukah itu hanya menjadi suatu prasasti
Yang terpatri dalam setiap hati

Ataukan itu semua akan hilang
Dengan terbangnya angin
Sehingga tiada kenangan
Tiada ingat
Tiada setitik tempat di hati

Segala keceriaan
Segala kesedihan
Segala kegembiraan
Segala ketegangan
Dan segala kebersamaan
Yang telah lalu

~CC~
01-06-2001, setengah 1 pagi
Toex: teman-teman di Gandhi School kelas III IPA2
"Thank you for the time that we had spent together."

Bulan Juni

Bulan Juni
Semua bercampur baur
Senang, sedih, jengkel, hilang
Senang…
Semua sudah beres
Semua lulus
Semua bersenang-senang
Pergi bersama-sama melewati hari-hari terakhir
Hari-hari yang hanya akan jadi kenangan
Sedih…
Hari-hari itu sudah terlewati
Selama yang sudah dijalani
Kenangan-kenangan indah yang hanya bisa diingat

Saat berpisah
Saat terakhir
Saat kehilangan cerita indah
Jengkel…
Merasa marah dalam hati
Merasa lelah dan capai dalam menjalani bulan ini
Merasa benci dengan segalanya
Rasa ini meluap-luap penuh emosi
Emosi yang harus diampuni

Hilang...
Setelah satu atau dua atau tiga tahun terlewati
Saat inilah saat kehilangan, kosong dan hampa
Dimana hari-hari yang dilewati dengan keriangan
Sekarang sudah hilang
Sekarang hanya jadi sebagian kisah hidup
Sekarang hanya kenangan
Semua begitu cepat berlalu

Senang, sedih, jengkel, hilang
Saat-saat indah
Merasa terlewati segala yang indah
Sekarang ditutup oleh lembaran biru nan indah
Di bulan Juni yang melelahkan namun indah

~CC~
28-06-2001, pk. 22.30
Bulan yang melelahkan dimana segalanya berjalan dengan cepat dan tau-tau semua sudah berakhir
To: All my friendz at Gandhi School n BTG
"It’s over and from now on we should face another thing. Bye my friendz."

Bangkitlah, menjadi teranglah

Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” YESAYA 60:1-3

Coba kita bayangkan saat ini… kita sedang berada di rumah tiba-tiba lampu dari PLN pusat dimatikan semua… dan pada saat kita mencari-cari senter atau lilin ternyata tidak ada. Apa yang dilihat? Apa yang bisa dilakukan? Tentunya yang dilihat hanya kegelapan yang pekat. Kita tidak bisa melihat apa-apa karena untuk melihat kita memerlukan cahaya. Kita mungkin hanya bisa berdiam diri saja, meraba-raba untuk berjalan supaya tidak terantuk dan jatuh. Lalu satu lagi… kita tutup kedua mata kita. Apa yang dilihat? Pastinya hanya kegelapan. Sama seperti mati lampu tadi, kita tidak bisa melihat apa-apa dan berjalan dengan meraba-raba.
Sekarang.. bagaimana kalau bumi ini tidak ada matahari, bulan, bintang dan tidak ada penerangan apapun? Wah mungkin kita bisa saling bertabrakan pada saat jalan dan kita pasti tidak bisa berbuat apa-apa. Seperti juga kita, dahulu hidup dalam kegelapan. Kita tidak mengetahui kebenaran dan hidup jauh dari Allah. “Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi dan kekalaman menutupi bangsa-bangsa” Yesaya 60:2a. Namun saat ini kita sudah merdeka di dalam Tuhan, melalui kematian Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. Ia sudah menanggung segala dosa kita dan kita sudah dibawa dari kegelapan kepada terang. “tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu” Yesaya 60:2b.
Nah… sekarang apa yang akan kita perbuat setelah kita berada dalam terang?? Bukan hanya diam-diam saja tentunya. Salah satu orang yang disembuhkan Tuhan Yesus dari kebutaannya tidak hanya berdiam diri setelah dia menerima kesembuhan, tetapi dia segera pergi menceritakan apa yang telah dia alami. Begitu juga kita, kita telah menerima keselamatan, tentunya kita tidak akan berdiam diri saja. Banyak hal yang bisa kita lakukan di dalam kebebasan. Kita bisa mengabarkan Injil, melayani di gereja, melayani di pekerjaan kita, dll. Intinya kita harus bangkit, tidak berdiam. Kita juga harus menjadi terang dimanapun kita ditempatkan oleh Tuhan sekalipun itu di bidang sekuler. “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu.” Yesaya 60:1.

Kalau kita menjadi terang dimanapun kita berada pastinya terang itu akan memancar kemana-mana dan terang itu menjadi nyata disekekeliling kita. Mungkin tanpa kita sadari, orang-orang disekeliling kita yang belum mengenal Tuhan Yesus akan mengenal Dia dan akhirnya percaya kepada Dia. Orang-orang yang telah melihat Yesus dalam hidup kita akan datang dengan sendirinya untuk mengenal Yesus Kristus tanpa kita injili. “Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” Yesaya 60:3.
Ok, friends… jadi kita yang sudah memiliki kelepasan dalam Tuhan Yesus tidak akan berdiam diri saja. Kita mau bekerja giat melayani Tuhan dan memancarkan terang Tuhan dimanapun kita berada. Kita harus memiliki hati yang rindu untuk terang itu bukan hanya kita yang memiliki tapi juga orang-orang yang masih berada dalam kegelapan. (J)

'Pindah Rumah' - Sedih :(

Pindah rumah.
Satu kata yang mau diucapkan saat ini "PARAH!"
Parah lah. Pas tadi buka Friendster, ternyata sekarang sudah jadi Friendster Game. Mau nangis rasanya. (~_~') Blog ku dimanakah dikau??? Balikin blog ku.... huhuhuhu.... Banyak kenangan tuh. Pertama kali nge-blog ya di friendster blog ituh.... huuuuaaaaaaaa :((

Untungnya.... (masih ada untungnya lagih...) atau haruskan disebut ruginya?? Ya sudahlah mau gimana lagi. Selama ini ada back-up di Facebook (di-import dari blog tersebut), jadi ada beberapa note yang masih ada di Facebook. Walaupun hanya sedikit saja. Tetep sedih ;(

Akhirnya saya buka Facebook, masuk ke bagian note dan save datanya. Luuuuuuaaammmmaaaa :( karena musti one by one. Akhirnya diputuskan untuk membuat blog baru lagi sebagai pengganti blog ku yang sudah 'dikubur' oleh Friendster tanpa pemberitahuan. Selamat tinggal blog ku yang lama, selamat datang blog ku yang baru.

Alamat lama: http://jessi-adri.blog.friendster.com/

Alamat baru: http://inimytehsusu.blogspot.com/
:(