Selasa, 11 Agustus 2015

Gembala: Jabatan atau Fungsi?


Mazmur 23:1-6 (TB)
Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Merenungkan pasal ini jadi bertanya, gembala itu sebenarnya jabatan atau fungsi? Ya bisa sih gembala itu jabatan tanpa menjalankan fungsi sebagai gembala. Bukankah lebih baik gembala yang menjalankan fungsi sebagai gembala? Bukankah seperti itu akan menghasilkan domba-domba yang bagus? Sebenarnya, tanpa jabatan gembala pun, apabila memiliki hati seorang gembala, dengan sendirinya akan menjalankan fungsi sebagai seorang gembala.

Lihat kepada Yesus, sang Gembala Agung. Yesus memang memiliki jabatan seorang gembala. Namun banyak orang yang hendak menurunkan Dia dari jabatannya sebagai gembala. Tapi apakah fungsi seorang gembala hilang begitu saja dalam diri Yesus setelah dia tidak ada jabatan gembala (di mata manusia)? Yesus memiliki murid dan banyak pengikut, ada orang-orang yang iri dan ingin menjatuhkan Dia dengan berbagai cara, mulai dari mencari-cari kesalahannya sampai membuat plot supaya Yesus disalibkan. Yang berbuat seperti itu bukanlah orang-orang dari kalangan luar (maksudnya orang-orang yang tidak mengerti Firman Tuhan), tetapi dari kalangan yang seharusnya mengerti dengan jelas apa itu Firman Tuhan.

 Sampai akhirnya plot tersebut terlaksana, Yesus disalibkan. Tetapi apakah saat Yesus disiksa, sesaat sebelum disalibkan, saat disalibkan dan setelah dibangkitkan, fungsi-Nya sebagai gembala itu hilang? Coba lihat, saat Yesus masih dalam siksaan, Petrus menyangkal-Nya 3x dan ayam berkokok, Yesus mengetahui. Sesaat sebelum disalibkan, Yesus masih memikirkan Yohanes dan beberapa pengikutnya, masih memikirkan domba-Nya yaitu bangsa Israel dengan meminta pengampunan untuk bangsa tersebut. Setelah dibangkitkan, jabatan Yesus sebagai gembala dimata manusia seharusnya sudah hilang, terlihat dari murid-murid-Nya yang kehilangan harapan serta kepuasan ahli-ahli Taurat dan orang Farisi setelah mereka berhasil menyalibkan Yesus. Namun Yesus masih berfungsi sebagai gembala, Dia mendatangi murid-murid-Nya, ada yang secara personal dan ada yang secara kolektif. Salah satu yang personal dan cukup banyak dibahas oleh pembicara-pembicara gereja yaitu pembicaraan Yesus dengan Petrus. Melalui pembicaraan tersebut Yesus tidak menggiring Petrus untuk menjadi pembicara yang handal tapi Yesus menggiring Petrus untuk menjadi gembala bagi domba-domba-Nya. Dari pembicaraan-Nya dengan Petrus, Yesus pun menjalankan fungsi-Nya sebagai gembala.

Luar biasa teladan Yesus, Dia memberikan contoh fungsi sebagai gembala, karena Dia memiliki hati gembala. Dia tidak peduli jabatan-Nya sebagai gembala sudah hilang di mata manusia, yang terpenting adalah Dia menjalankan fungsi-Nya sebagai gembala. Milikilah hati gembala.

 #Selfnote #JesusisourRawmodel #Yesusteladan #TeladanYesus #hatigembala #fungsigembala

Rabu, 24 Juli 2013

Love You With God's Love (Aku mencintaimu dengan Kasih Tuhan)






"Say, doain gue ya supaya dapet jodoh."

"Udah expired nih!"

Pernah denger ujaran-ujaran seperti itu dari teman-teman, saudara, tetangga, kolega? Bosen tau hehehehe... Canda deh.

Ada teman-teman yang sudah menikah bilang gini "Kalau ada orang yang suruh gue doain dia supaya dapet jodoh gue gak pernah akan doain." "Gue gak penah doain orang yang belum dapet jodoh supaya cepat menikah biar dia gak masuk ke dunia lain." "Sama... Gue juga gak pernah doain karena kalo dia nikah trus bermasalah tar nangisnya ke gue lagi." Hahahaha... Jujur saja saya tertawa mendengar ujaran-ujaran teman saya itu. Karenaaaaaa saaaammaaaa, saya juga berpikiran seperti itu. Hehehe... Cuma saya kalau ada teman yang belum menikah dan mengeluh belum menikah juga, saya cuma bilang "Jangan mau cepat-cepat menikah, nikmatin aja dulu masa sendiri. Gila-gilaan dulu untuk Tuhan."

Memang seperti apa sih pernikahan itu?
Hmmm... Agak riskan juga saya menceritakan kehidupan rumah tangga, ini sepertinya sangat tabu untuk diumbar. Tapi saya coba untuk memaparkan secara seimbang dan juga sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

First of all, the scripture say:
Kejadian 1:28  Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Kejadian 2:18  TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Kejadian 2:23-25  Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Pernikahan itu adalah inisiatif Tuhan dan rencana Tuhan. Tanamkan itu terlebih dahulu.

This is my story...
Awalnya saya tahu bahwa pernikahan adalah rencana Tuhan. Tujuannya untuk memuliakan Tuhan. Namun hari demi hari ada sesuatu yang mengganggu, terlebih hubungan dengan pasangan. Tiap hari ada saja yang dipermasalahkan, mulai dari hal-hal yang kecil menjadi besar maupun hal-hal besar (prinsipal dan penting maksudnya). Yang ada di pikiran saya hanya ingin marah, kabur dari rumah dan mengakhiri hubungan ini. Pernah kabur? Pernah, cuma tidak jauh-jauh, hanya suami mencari kemana-mana, rasanya puas. Pada akhirnya saya hanya nangis dan balik lagi ke rumah.
Pernah saya mau coba kabur ke hotel tapi pikiran saya berjalan, mikirnya seribuseratus kali. Mikir hotel bagus mahal harganya, uang di tabungan gak cukup, pakai Kartu Kredit nanti kalau sudah baikan malah kaget bayarnya. Hotel murah takut dan gak banget. Cari kos-kosan tar rese lagi tetangganya. Malah mikir kaya gini juga "Hotel kan dapet breakfast untuk 2 orang, rugi donk kalo cuma sendiri??" Akhirnya yang ada cuma kabur ke kamar lain. Wakakaka kalau inget itu jadi ketawa lebar deh, masa ya mau kabur mikirin untung ruginya. Hahahahaha..... Sekarang saya tahan untuk tidak kabur atau memiliki pikiran untuk kabur, kalau mau kabur juga pisah kamar aja sementara, tetapi untuk merenung dan berdoa; aka. kabur ke Tuhan. Pasti ada jalan keluarnya tuh.

Mungkin yang sudah menikah dan membaca artikel ini bisa bilang "saaammmaaa" dan bisa jadi pernah mengalami hal yang sama. Kalau yang masih jomblo bisa bertanya "masa sih pernikahan sampai segitunya?" Saya jawab "Belum tau dia." Hihihi....

Apa sih sebenarnya permasalahan dalam pernikahan? Saya tidak akan menjelaskan satu per satu karena setiap rumah tangga memiliki permasalahan dan prosesnya masing-masing yang tentunya berbeda dari pasangan-pasangan lain. Hanya intinya biasa seputar komunikasi. Ada yang bilang komunikasi, sex dan uang; tapi saya melihatnya uang dan sex bisa diselesaikan apabila ada komunikasi yang baik. Komunikasi sering dipengaruhi oleh gaya hidup, budaya keluarga, teman sekeliling, dll. Perbedaan-perbedaan itu bisa memicu konflik. Hanya dengan belajar berkomunikasi yang baiklah kita bisa mengatasi setiap konflik dengan baik pula. Yap, itu secara fisik.

Secara rohani adalah hubungan masing-masing pribadi dengan Tuhan. Tuhan adalah "pihak pertama" dalam hubungan suami istri. Dia yang berinisiatif, Dia yang memproses, Dia juga yang memberikan kemampuan dan kekuatan. Semuanya berujung kepada kemuliaan nama Tuhan semata. Kalau pernikahan kita diberkati Tuhan, pernikahan kita menjadi berkat lalu nama Tuhan akan dipermuliakan.

Bagaimana mengatasi permasalahan dalam rumah tangga? Ya, ini dari apa yang saya renungkan dan alami; belum sempurna tetapi biar kita sama-sama belajar
1. Punya persekutuan dengan Tuhan, andalkan Tuhan dan berserah total kepadaNya. Landasan kita adalah Firman Tuhan, Firman Tuhan itu seperti buku petunjuk (manual guide) dalam menjalankan pernikahan, tidak ada yang lain lagi.
2. Bangunlah komunikasi dengan pasangan masing-masing dengan baik. Bahasa yang baik dan jelas. Apabila ada yang kita tidak suka dari pasangan, ada lebih baik disampaikan, jangan dipendam dan didiamkan berlarut-larut.
3. Saling mengampuni. Tidak bisa dipungkiri kalau pernikahan pasti ada konflik, tetapi semua akan terselesaikan apabila ada pengampunan diantaranya.
4. Belajar mendengar dan memahami pasangan.
5. Belajar menerima pasangan apa adanya.
6. Berubahlah dari diri kita terlebih dahulu dan doakan pasangan kita kepada Tuhan supaya Tuhan yang mengubahnya.
7. Berikan yang terbaik untuk Tuhan dan pasangan.
8. Kalau bisa memiliki teman untuk berbagi dan saling menguatkan, menegur, menghibur. Wanita dengan wanita, pria dengan pria. Apabila sudah menikah disarankan berbagi dengan orang yang sudah menikah dan yang seiman.
9. Dan lain-lain sesuai proses Tuhan kepada setiap pasangan.

Susah? Ya susah lah (: , tapi Tuhan berjanji selalu setia apabila kita setia menjalani proses dari Tuhan dan pada akhirnya kita akan keluar sebagai pemenang.

Efesus 5:22-33  Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya. Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.  Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

So friends, yang sudah menikah mari kita sama-sama bertumbuh didalam Tuhan dan keluarga kita menjadi berkat. Akan ada kasih karunia dari Tuhan bagi pasangan suami istri dan Tuhan akan membawa kepada pemulihan yang seutuhnya. Katakan bagi istri atau suami kita “Aku mencintaimu dengan kasih Tuhan (Love you with God’s love).”

Bagi yang belum menikah jangan takut untuk menikah, tetapi disarankan untuk giat didalam pekerjaan Tuhan, kalau boleh pakai kata-kata saya "gila-gilaan buat Tuhan". Sebelum menikah kenali dahulu pasangan kita baik-baik, berpikir secara realistis dan doakan. Pastikan juga kita sudah siap untuk menikah; siap dengan segala konsekuensi yang ada. Serahkan semua kepada Tuhan karena pernikahan kita adalah inisiatif Tuhan, jadi Tuhan yang akan beranggung jawab atas pernikahan kita. Setelah menikah, katakana kepada pasangan kita “Aku mencintaimu dengan kasih Tuhan (Love you with God’s love).” Amin.

1 Korintus 13:4-8a
- Kasih itu sabar;
- kasih itu murah hati;
- ia tidak cemburu.
- Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
- Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
- Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
- Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
- Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
- Kasih tidak berkesudahan;

"Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih." (1 Korintus 13:13)

(J) 14 July 2013

Kamis, 25 April 2013

Worship with Understanding (Ps. Chris Manusama)


Kemarin malam, 24 April 2013 saya mengikuti Pray Praise and Worship Night. Ps. Chris Manusama memberikan banyak masukan, nasihat dan banyak hal lainnya yang mengubahkan paradigma saya mengenai pujian dan penyembahan. Saya ketik sebisa saya di tablet saya dan saya ingin sekali membagikan hal ini supaya pembaca sama-sama mendapatkan berkat. Selamat membaca dan menyembah Tuhan. ^^


Worship with understanding

Pujian dan penyembahan berbicara mengenai spiritual journey (perjalanan spiritual), saat kita bersama Tuhan ada banyak tantangan tetapi tetap setia kepada Tuhan. Pujian dan penyembahan tidak berbicara mengenai teknik menyanyi. Tuhan tidak mau kalau penyembahan kita tidak berasal dari hati. Kristen tanpa pengalaman maka itu bukanlah kekristenan. Gereja banyak mengalami penurunan semenjak gereja mula-mula di loteng Yerusalem dan saat ini banyak gereja juga sudah dijadikan museum.

Perjalanan kegerakan Allah:
Abad 16 - gerakan pemulihan iman dan anugerah - Matin Luther dan John Calvin (merubah Swiss dan punya andil berdirinya Amerika Serikat)
Abad 17 - gerakan pemulihan baptisan orang percaya, lahir gereja Ana Baptis
Abad 18 - gerakan kekudusan dan kelahiran baru - John Wesley menyampaikan mengenai kekudusan di Inggris (lahir gereja Methodist) dan meredam gerakan revolusi
Abad 19 - gerakan pemulihan, kuasa kesembuhan dan mujizat - Smith W. - pertama kali membaca adalah Alkitab, tukang ledeng, tidak terpelajar tetapi Tuhan pakai dia untuk melakukan mujizat. Tuhan tidak butuh latar belakang kita untuk memakai kita.
Tahun 1901 - Gerakan pemulihan baptisan Roh Kudus - lahir gereja pantekosta - dimulai di Wales dgn 7 orang janda yg berdoa utk kotanya.
Tahun 1990 - Gerakan pemulihan gereja dipenuhi Kemuliaan Kristus.

Kekristenan bukan saksi sejarah tetapi pembuat sejarah karena Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup.
 
Gereja harus memiliki prophetic power, capacity and action. Saat kita menyanyi, kita menyanyi dengan phrophetic action maka itulah yang disebut worship with understanding. Saat keadaan kita berbeda dari apa yang kita nyanyikan, pada saat itu kita mengambil keputusan untuk sepakat dengan Tuhan dan menyatakan ucapan dan tindakan prophetic dengan menyanyikan lagu tersebut.

Saat ini Allah mencari hati kita, bukan potensi atau kepandaian kita. Iman lebih tinggi dari intelektual. Iman dapat merubah fakta. Hati manusia diciptakan khusus untuk Tuhan tinggal dalamnya.

3 hal yang harus direvolusi dari penyembahan:
1. Pola pikir kita mengenai hadirat Allah
Nafas manusia pertama kali di hadirat Allah (Eden). Pujian dan penyembahan bukan berbicara mengenai lagu dan penyembahan yang kita keluarkan dari mulut kita, tetapi hanya darah Yesus yang membawa kita ke hadirat Allah. Yesus membawa darahNya ke dalam "Tabernakel Sorga" menyerahkan kepada Bapa dimana didalamnya ada nama kita semua dan Yesus berperan sebagai Imam Besar Agung. Kita jangan berteriak-teriak memanggil Yesus dalam penyembahan kita, itu seperti penyembahan kepada baal. Cth: Elia dan nabi2 baal.
2. Motivasi
Apa yang kita cari saat kita menyembah? Kita kadang kehilangan ketulusan dengan Allah, hilang kekaguman dengan Allah. Saat kita menyembah adalah saat kita dengan Tuhan. Penyembahan adalah kita mencari hatinya Allah. Praise is thanksgiving (Pujian adalah ucapan syukur), bukan mengenai lagu yang cepat atau lambat; hanya ucapan syukur, hati yang mengucap syukur. Worship (penyembahan) adalah saat dimana  sekalipun belum ada sesuatu yang berubah dalam hidup kita tapi kita tetap mau menyembah Tuhan.
Pada saat kita menyembah, iman dan pengharapan diaktifkan, pada saat iman dan pengharapan bertemu maka akan ada kuasa.
3. Dampak saat kita menyembah
Dalam ruang Maha Kudus yang harus masuk adalah imam besar. Setiap kita harus menjadi imam pada saat menyembah. Penyembahan kita harus berbeda. Tidak boleh datang kepada Tuhan dengan tangan kosong. Pada saat datang ke hadirat Tuhan kita menjadi imam, tapi saat keluar harus menjadi nabi yg menyampaikan suara Tuhan. Ini semua menuntut dedikasi kita.

Sermon of Ps. Chris Manusama (GBI ROCK Ambon)
on Pray Praise and Worship Night 24 April 2013
Gereja Bethel Iindonesia Praise Revival for Jesus
Mega Glodok Kemayoran
Integrity Convention Center (ICC)
Ballroom Lt. 10

Rabu, 27 Juni 2012

Happy 485th Birthday Jakarta: Jakarta on Sunday Morning


Pernah jalan-jalan di Jakarta pada hari Minggu pagi?
Pasti pernah ya?
Hehe mungkin saya aja yang norak.  

Minggu pagi ini saya menikmati suasana kota Jakarta yang lengang karena ada suatu urusan. Pukul 8 pagi saya mulai meluncur di jalan tol dalam kota. Tentunya karena masih di tol dalam kota, kanan kiri jalan tol masih terlihat jalan biasa. Saya melewati jalan-jalan protokol Jakarta yang setiap hari biasanya ma-tot (macet total).   Saya menikmati keadaan kota Jakarta di Minggu pagi ini soalnya jarang-jarang keluar di minggu pagi dan juga jarang melihat kota Jakarta lengang. Sekali lagi "Katro!" hihihihi... :D  

Kenapa lengang? Biasa Minggu pagi menjadi waktu yang tepat untuk beristirahat, apalagi bagi orang-orang yang sudah lelah bekerja dari hari Senin sampai hari Sabtu. Juga biasanya orang akan keluar pada siang hari untuk pergi ke tempat-tempat rekreasi. Di beberapa jalan juga diterapkan "Car Free Day" yaitu jalanan tersebut ditutup dan tidak boleh dilewati oleh kendaran bemotor. Tadi saya juga melihat ada yang acara Fun Bike. Segarnyaaaaa o^.^o  

Kapan ya Jakarta bisa seperti hari Minggu pagi? Tanpa macet kemana-mana, jadinya polusi berkurang, tingkat stress berkurang dan pastinya mau janjian juga tidak ada alasan macet. Tau-tau denger di salah satu radio, katanya lurah salah satu daerah di Jakarta menggugat Presiden Susilo B.Y. dan Gubernur Fauzi Bowo karena kemacetan Jakarta belum bisa diatasi dan meminta Presiden dan Gubernur untuk menuntaskan masalah kemacetan Jakarta. Tapi ada ujaran "Kalau tidak macet bukan Jakarta." hehehehe :p

Saat ini saya menikmati dulu lah suasana Jakarta yang lengang di Minggu pagi. Saya berkata dalam hati "I love Jakarta" hehehehe... Ehhhh pas lewat di jembatan layang Mall Taman Anggrek, di layar viti Mall Taman Anggrek tertulis besar-besar "I (\/) <bentuk hati berwarna merah> JKT". Passssssss ^^  

Happy Birthday kota Jakarta, ibukota Indonesia tercinta. 

(J)

Date of writing: 24 June 2012

Jumat, 22 Juni 2012

Gathering Yukmakan.com : Nikmatnya Dessert-Dessert yang Menggoyang Lidah




Sushi???
Mauuuuuu
Ice Cream???
Mau jugaaaa
Sushi Ice Cream???
Hah? Apa tuch? Tapi… wanna ^^b
“Yummy.” Itu kata pertama yang keluar dari mulut saya sewaktu Sushi Ice Cream disajikan didepan saya. Sudah terbayang di pikiran saya Ice Cream yang lezat, menggoda hasrat untuk mencoba dan pastinya akan menggoyang lidah dengan rasanya. *jadi ngiler mau lagi hihihihi*
Kapan saya mencoba? Penasaran nih yeeee… Mau juga ya? Ceritanya dari awal yah biar seru.
Pas iseng-iseng lagi gak banyak kerjaan, buka-buka website, salah satunya website yukmakan.com, mau lihat-lihat rekomendasi tempat makan yang enak. Eh, mata saya tertuju kepada salah satu banner yang mengundang para food blogger untuk mencicipi Sushi Ice Cream Haagen Dazs. Di klik lah banner tersebut dan dialihkan ke laman berikutnya, yaitu info lengkap serta form pendaftaran. Dalam hati mau tapi sempat berpikir lagi mau ikut apa gak karena pas sama jam kerja. Akhirnya…. diputuskan untuk isi form, saya berpikir belum tentu terpilih juga karena kan hanya untuk 20 orang. Dannnnn saya terpilih untuk mengikuti gathering yukmakan.com "Ice Cream Blog Contest with Haagen Dazs" pada hari Jumat, 15 Juni 2012. Asiiikkkkkk o^^o
Setelah kumpul di Haagen Dazs Café di Plaza Indonesia Lt. 5, kita saling berkenalan satu dengan lainnya. Akhirnya dapat teman baru deh. Pertama-tama dijelaskan terlebih dahulu mengenai Sushi Ice Cream dari Haagen Dazs oleh Chef-nya yaitu Chef Lia. Sushi Ice Cream dibuat dari Haagen Dazs Ice Cream ditambah dengan Sorbet, coklat dan buah-buahan.
Sushi Ice Cream sendiri dijual 1 set yang berisi 4 macam “Sushi” ditambah “Wasabi”. “Sushi”nya sendiri terdiri dari:
  1. Mango Salmon Sushi dimana memakai Vanila Ice Cream diatasnya diberi Mango Sorbet
  2. Kiwi Gunkan (Gunkan: Sushi yang dikelilingi oleh rumput laut kering) yaitu Vanila Ice Cream dibalut coklat lalu ditaburi buah kiwi potongan
  3. Raspberry Kani Sushi (Kani: Kepiting) yaitu Vanila Ice Cream diatasnya diberi raspberry sorbet lalu diikat dengan coklat
  4. Strawberry Gunkan hampir sama dengan Kiwi Gunkan hanya bedanya diatasnya ditaburi buah strawberry potongan
  5. “Wasabi” nya adalah Green Tea Ice Cream yang diletakkan di wadah (hijau menggoda)
Harga 1 set Sushi Ice Cream masih bisa dibilang terjangkau, plus pb1 lebih kurang Rp 90.000,-; mengingat waktu pembuatan Sushi Ice Cream ini memakan waktu 1-1 ½ hari dan juga tentunya menggunakan bahan-bahan berkualitas (Haagen Dazs gitchu lohhh).
Setelah mencicipi Sushi Ice Cream dan foto-foto lalu diadakan permainan menghias piring dengan brownies, ice cream, coklat leleh, selai, meises warna warni dan wafer. Satu meja 2 orang harus membuat kreasi dari bahan-bahan tersebut dalam 1 piring.
Then tiba giliran kita mencoba First Love Cake. Wah ini cake sudah lama saya mau beli, saya sering mengikuti doa di Sentul, First Love Cake membuka stand disana. Pernah suatu waktu saya mau beli, hanya baru mencicip saja, saya pikir saya mau ke toilet sebentar, setelah keluar toilet ternyata sudah habis terjual yaaaahhhhhh :(  Eh tau-tau disini dikasi nyicip, 1 slice lagi, apa gak seneng tuh?? Hehehe :D
First Love Cake… kenapa dinamakan seperti itu? Konon katanya cake ini manis seperti cinta pertama (cieehhhh) juga biar selalu teringat seperti cinta pertama (suit suit First Love Never Die??).  Cake ini bukanlah seperti cake biasanya, cake ini dibuat per lapis dimana setiap lapisnya diseling dengan vanilla cream. Katanya lapisan atas adalah yang manis, lapisan bawah tidak terlalu manis, jadi cara makannya haruslah dari atas kebawah dipotong lalu dimakan semua – tidak boleh setengah-setengah. Saya coba (penasaran), ternyata benar yang bagian atas manis dan bagian bawah tidak terlalu manis; akhirnya saya potong lagi dari atas ke bawah dan hap langsung caplok semua ternyata enak. Lembut di lidah, rasanya juga tidak terlalu manis. First Love Cake ini terdiri dari 6 rasa namun yang paling laku adalah rasa original.
Mau coba First Love Cake? Boleh kok. Bisa datang ke outlet di Plaza Indonesia Lantai 3 serta di Market City Pantai Indah Kapuk. Atau kalau mau beli per slice bias datang ke beberapa café yang disupply oleh First Love Cake; seperti Social House, Dante dan Kitchenette.
Sebelum pulang, yukmakan.com membagi-bagikan hadiah untuk pemenang kreasi ice cream dan beberapa pemenang dari kontes yang diadakan yukmakan.com. Pulangnya kita dikasih goodie bag yang isinya majalah yukmakan.com edisi bulan Juni 2012, voucher Haagen Dazs, brosur-brosur serta 2 buah Gofresh. Tidak ketinggalan juga, poto-poto hihihihi narsis gak ketinggalan. Thank you yukmakan.com. Cu @ gathering yukmakan.com lagi yuahhhh ^^

Selasa, 10 Januari 2012

"The Next Level"


“THE”
Menurut Kamus Lengkap Inggris-Indonesia (Prof. Drs.S. Wojowasito & Drs. Tito Wasito W.), kata ‘The’ adalah kata penyerta (ini, itu). Menurut kamus Inggris-Indonesia lainnya, ‘The’ untuk menunjukkan sesuatu yang telah tertentu. Kenapa tema G-Pro harus memakai kata ‘The’? Ini menjadi pertnyaan buat saya. Ternyata ‘The’ disini tidak dipakai untuk bagus saja, ternyata ada maknanya juga. Sesuai dengan penjabaran di atas, kata ‘The’ menurut saya merupakan suatu penekanan yang menunjukkan sesuatu yang tertentu. Saya melihat bahwa kalimat berikut dari tema G-Pro kali ini adalah sesuatu yang sudah spesifik/khusus, jadi haruslah ditekankan kekhususan itu.

“NEXT”
Dari beberapa kamus Inggris-Indonesia, arti kata ‘Next’ menunjuk kepada hal yang berikutnya, yang akan datang, lanjutnya. Kata “Next’ dipakai untuk sesuatu yang melangkah ke hal yang berikutnya atau lanjutannya. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kata ‘lanjut’ berarti terus, lagi, tidak tanggung. Saya berpikir-pikir tentang kata ‘Next’ ini, tentunya kalau ‘Next’ menunjuk kepada yang berikutnya atau lanjutan, tentunya saya sebisa mungkin harus menuju kepada yang lebih lagi, bukannya malah mundur..

“LEVEL”
Sekali lagi diambil dari beberapa kamus, kata ‘Level’ menunjuk kepada nilai, tingkat, mutu, derajat. Saya ambil salah satunya yaitu ‘tingkat’, dari Kamus besar bahasa Indonesia, arti kata ‘tingkat’ adalah tahap. Saya memikirkan, Level = Tingkat = Tahap. Berarti yang mau dicapai adalah tingkatan-tingkatan atau tahapan-tahapan. Saya diingatkan dengan lift, lift di sebuah apartemen bertingkat 30, apabila ada seseorang yang mau ke lantai 30 dari lantai 1, pastinya lift tersebut tidak langsung menuju ke tingkat 30, tetapi lift tersebut tetap melewati tingkat 2 sampai 29 dari gedung tersebut. So, saya jadi ngeh berarti memang benar tingkatan-tingkatan adalah tahapan-tahapan juga.

Hmmm... saya mulai mengerti. Saya menyimpulkan “The Next Level” adalah tahapan atau tingkatan lanjutan yang khusus ditekankan pada sesuatu yang lebih maju. Seperti halnya Yesus, Dia, pada saat datang ke dunia ini, tidak langsung berumur 30 tahun. Tetapi Yesus mengalami tahapan-tahapan dari segi fisik, mental dan roh yang terus meningkat. (J)

“Dan Yesus makin beratambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.”
Lukas 2:52 (TB LAI)

“Dan Yesus bertumbuh dalam hikmat dan kualitas mentalnya, dan dikasihi Allah dan manusia.”
Lukas 2:52 (terjemahan bebas NIV)

“Yesus menjadi bijaksana, dan bertumbuh kuat. Allah senang dengan-Nya dan begitu juga orang-orang.”
Lukas 2:52 (terjemahan bebas CEV)

“Dan Yesus meningkat di dalam hikmat dan kualitas mentalnya,dan dikasihi Allah dan manusia.”
Lukas 2:52 (terjemahan bebas KJV)