Teh Susu adalah minuman yang menyegarkan, bisa diminum setiap hari. Dijadikan minuman di pagi, siang, sore atau malam hari; dingin maupun panas. My Teh Susu akan menjadi 'minuman' yang menyegarkan kehidupan ini; berisi cerita kehidupan sehari-hari yang ringan. Beragam kisah dan pengalaman penulis dicampur jadi satu disini sehingga menjadi "My Teh Susu". Selamat menikmati. ^^
Senin, 18 Juli 2011
"Hari Besok"
Malam sudah larut dan pagi hampir menjelang. Duh, aku belum juga bisa memejamkan mata untuk tidur. Kubalik badanku di atas kasur dengan resah. Ah, pikiranku dari tadi kemana-mana. Banyak sekali yang kupikirkan.
“Besok bagaimana ya hasilnya?” Pertanyaan itu tiba-tiba muncul di pikiranku, membuat keningku berkerut dan mataku melotot.
“Pekerjaan itu bisa saya dapatkan atau tidak? Bagaimana kalau proposalnya tidak diterima?” lanjutku bertanya dalam pikiranku sendiri.
Hening….. tidak ada jawaban sama sekali. Tapi, apa yang aku harapkan dari pertanyaan pikiranku itu? Jawaban yang saat ini juga? Jawaban yang berkata “Pasti!”? Ataukah aku hanya berpikir yang tidak-tidak?
Sekarang aku melihat dengan jelas gambaran yang terjadi pada siang hari tadi. Kututup mataku, namun gambaran tersebut bukannya hilang, tapi malah semakin jelas.
Jam 13.30.
Aku sudah duduk di salah satu cafe di salah satu mall di pusat Jakarta. Aku ada pertemuan dengan client disini jam 2 siang. Namun aku sengaja datang lebih cepat untuk mempersiapkan segala sesuatunya; proposal dan presentasinya. Aku pesan satu gelas kopi untuk mengusir kantukku karena semalaman bekerja keras membuat presentasi yang bagus untuk diperlihatkan kepada client-ku.
“Tuhan tolong aku dalam pertemuan ini.” doaku dalam hati.
Client-ku akhirnya tiba. Seorang pria setengah baya dengan berpakaian kemeja polos berwarna hijau dan dasi yang serasi dipadu dengan celana panjang hitam dan sepatu hitam. Kujabat tangannya dan kupersilahkan duduk. Dia mengambil tempat di sebelahku dan memanggil pelayan untuk memesan minuman.
“Bisa kita mulai sekarang, Pak?” tanyaku dan diikuti dengan anggukan kepala client-ku.
Kusodorkan proposal yang sudah kujilid dengan rapi. Ia melihat-lihat proposalku dan mempelajari dengan seksama. Aku juga mempresentasikan materi yang ada di dalam proposal melalui laptop-ku disertai dengan penjelasan-penjelasan yang lebih mendetil dan tidak ada di dalam proposal. Tegang juga sih aku menjelaskannya, takut ada salah kata yang bisa saja menjatuhkan brand yang aku tawarkan.
“Ada pertanyaan, Pak?” Aku coba mengajukan pertanyaan ini walaupun dengan sedikit ragu, takut apabila pertanyaannya tidak bisa aku jawab.
“Tidak, terima kasih. Anda sudah menjelaskan dengan sangat baik.” jawabnya sedikit melegakanku. Kuulas senyumku dan dibalas dengan senyuman pula.
“Maaf, saya ada pertemuan lagi dengan orang lain. Proposal ini akan saya ajukan kepada atasan saya hari ini juga. Besok akan saya kabari Anda untuk hasilnya.” katanya sembari berdiri dari tempat duduknya. Aku ikut berdiri dan kami saling berjabat tangan dan mengucapkan salam perpisahan.
Kubuka mataku, gambaran pertemuanku dengan client-ku akhirnya sirna, yang tersisa hanya pertanyaan yang sama. “Besok bagaimana ya hasilnya?” “Pekerjaan itu bisa saya dapatkan atau tidak? Bagaimana kalau proposalnya tidak diterima?”
Aku paksa badanku untuk bangun dari tempat tidur. Aku nyalakan lampu kamarku dan kembali duduk di pinggir kasur. Kulayangkan pandanganku ke sekeliling kamar dan akhirnya mataku tertuju kepada sebuah buku yang ada di nakasku. Buku yang selama ini menuntun aku kepada jalan kebenaran Tuhan, Buku yang isinya selalu memberikan kekuatan kepadaku, Buku yang senantiasa menegur aku bila aku sudah salah melangkah, dan Buku itu pula yang membawa aku mengenal siapa Tuhanku dan diriku sendiri. Ya, itulah Alkitab. Kuambil Alkitabku, kubuka pelan-pelan; kitab demi kitab, pasal demi pasal, ayat demi ayat.
“Tuhan, apa yang ingin Engkau sampaikan kepadaku saat ini?”
Mataku tertuju kepada satu ayat yang berbunyi:
“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Matius 6:34
Aku tertegun dan kubaca berulang kali ayat tersebut. Aku perkatakan kata-kata tersebut dengan mulutku sampai telingaku mendengar dan masuk kedalam hati serta pikiranku.
Sekarang aku tahu, aku terlalu kuatir akan hari besok. Padahal hari besok tidak pernah aku tahu, hanya Tuhan yang tahu. Ayat ini membuatku sadar agar aku tidak terlalu memikirkan hari besok, karena hari besok memiliki kesusahannya sendiri. Bukan berarti hari besok aku akan susah, namun hari besok akan ada hal-hal yang harus aku hadapi yang berbeda dari hari kemarin. Entahlah itu baik atau buruk, aku hanya bisa berharap kepada Tuhan yang terbaik.
Sekarang aku sudah mulai tenang. Pikiranku tidak bertanya-tanya lagi. Didalam pikiran dan hatiku sekarnag hanya ada perkataan Tuhan yang baru aku baca. Kuulas sebuah senyum yang berasal dari hati yang damai sambil kuletakkan kembali Alkitabku ke atas nakas. Kulipat tanganku, kututup mataku dan mulai berdoa.
“Tuhan, terima kasih untuk Firman Tuhan yang Engkau berikan kepadaku. Terima kasih karena Engkau sudah membuatku tenang dan damai. Aku tidak akan kuatir lagi akan hari besok. Hari besok Engkau yang pegang. Hanya, berikan aku kekuatan untuk menjalani hari besok dengan penuh harapan kepada-Mu. Sekali lagi, terima kasih Tuhan. Amin.”
Kubuka mataku, aku matikan lampu kamar dan segera membaringkan tubuhku ke atas kasur. Hei, kemana segala pikiran yang tadi menghantuiku? Aku hanya bisa merasakan damai sekarang. Kupejamkan mataku dan terlelap dengan tenang.
~J~
Jakarta, 03 November 2010 - 01.30 s/d 02.30
Interview with Ari Wibowo
Pertama-tama gw mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena sudah memberikan kesempatan untuk gw bisa wawancara seorang artis. Ya, walaupun secara garis besar gw ga pernah mengidolakan seorang artis, karena gw pikir mereka juga manusia biasa seperti kita-kita juga.
Hari Senin tanggal 11 Oktober datang BBM dari Ibu Grace (Kabid. COOL di GBI PRJ) yang meminta saya untuk interview Ari Wibowo di acara Praise and Worship Night pada hari Rabu tanggal 13 Oktober. Sedikit kaget tapi juga senang mendapat kepercayaan ini. Gw salah satu anggota Team Creative COOL untuk buletin Cool, The Community, tapi masih baru banget. Jadi, ada rasa ga percaya juga ko ya bisa diberi kesempatan untuk wawancara.
Tema yang diajukan Ibu Grace untuk wawancara adalah “Fatherhood” (menjadi seorang Ayah). Sempat bingung juga, mau kasih pertanyaan apa dan waktunya juga mepet. Deg-degan juga. Akhirnya gw draft pertanyaan-pertanyaan yang kira-kira gw akan tanyakan. Gw juga dapet kabar kalau wawancaranya hanya diberi waktu 10 menit…. wah sedikit sekali. Paling pertanyaan-pertanyaan yang berfokus ke temanya yang bisa ditanyakan.
Hari-H
Pertanyaannya dikasih ke Pak Jan untuk diedit. Dia menambahkan beberapa pertanyaan. Jrennggg….. Tibalah waktunya. Gw disuruh cepat-cepat ke ruang VIP di belakang panggung sebelum PW Night berakhir. Rushing.
Akhirnya, dimulaikah perkenalan dengan Ari Wibowo. Hmmm….. kalau dilihat dari dekat, memang dia good looking; putih, tinggi, indo. Sempet bingung juga gimana cara mulainya dan deg-degan karena ini pengalaman pertama kali wawancara seorang yang terkenal. (Jadi inget dulu wawancara dengan Alm. Athat -Ketua Pemuda - melalui YM untuk buletin pemuda “Spirit”). Untung banget Ari Wibowonya ga kaku, jadi suasananya santai banget pas lagi wawancara. Trus setelah gw wawancara, ada tim dari Integrity Magazine yang mau wawancara juga. Gw liatin sebentar gimana cara wawancara yang baik, akhirnya gw belajar juga dari orang yang lebih senior.
Pulang dari PW Night, gw ke Hypermarket di bawah gereja. Tau-tau handphone berbunyi, dari Ibu Grace.
“Jess, bisa kasih hasil wawancaranya ke saya besok pagi?”
Hah? Hmmm….. “Bisa Bu”
Pulang dari gereja, langsung bawa laptop ke kamar. Sipain earphone untuk mendengar hasil rekaman untuk bisa ditulis ulang. Gw cek beberapa hal mengenai Ari Wibowo melalui BB suami. Setelah terkumpul data, baru mulai menulis. Ga terasa semuanya selesai jam 2 pagi. Ngantuk oi…. tapi seneng. Ini petikan wawancaranya yang ada di dalam buletin COOL, The Community.
From The Community edisi 2
Setelah The Community dibagikan pada hari Minggu tanggal 17 Oktober, gw coba survey kecil-kecilan. Ternyata jemaat banyak yang membaca bagian wawancara dengan Ari Wibowo ini. Bukan gw yang mau membanggakan diri, malah gw berpikir bahwa cerita seorang artis itu bener-bener magnet yang bisa menarik setiap orang untuk membaca.</span></span>
But….. ada beberapa komentar buat gw yang membuat gw gemes. Bukan hasil wawancara ataupun gaya tulisan atau masukan lainnya mengenai wawancara gw, tapi beberapa orang komentarin foto gw sama Ari Wibowo…. hiks hiks.. :(
Nih beberapa komentarnya:
"Jess, loe keliatan ndut ya di foto.” (teman) --> jiiiaaaaahhhhh hahahaha
“Kamu chubby deh.” (suami) --> agak halus
Kamu tuh ya, bukannya dandan. Kalah sama yang tua (Ibu Grace, red.).” (mama sendiri)
Daniel sama Jessica ada di buletin gereja. Jessica wawancara Ari Wibowo tuh.” (teman mama)
(J)
Hari Senin tanggal 11 Oktober datang BBM dari Ibu Grace (Kabid. COOL di GBI PRJ) yang meminta saya untuk interview Ari Wibowo di acara Praise and Worship Night pada hari Rabu tanggal 13 Oktober. Sedikit kaget tapi juga senang mendapat kepercayaan ini. Gw salah satu anggota Team Creative COOL untuk buletin Cool, The Community, tapi masih baru banget. Jadi, ada rasa ga percaya juga ko ya bisa diberi kesempatan untuk wawancara.
Tema yang diajukan Ibu Grace untuk wawancara adalah “Fatherhood” (menjadi seorang Ayah). Sempat bingung juga, mau kasih pertanyaan apa dan waktunya juga mepet. Deg-degan juga. Akhirnya gw draft pertanyaan-pertanyaan yang kira-kira gw akan tanyakan. Gw juga dapet kabar kalau wawancaranya hanya diberi waktu 10 menit…. wah sedikit sekali. Paling pertanyaan-pertanyaan yang berfokus ke temanya yang bisa ditanyakan.
Hari-H
Pertanyaannya dikasih ke Pak Jan untuk diedit. Dia menambahkan beberapa pertanyaan. Jrennggg….. Tibalah waktunya. Gw disuruh cepat-cepat ke ruang VIP di belakang panggung sebelum PW Night berakhir. Rushing.
Akhirnya, dimulaikah perkenalan dengan Ari Wibowo. Hmmm….. kalau dilihat dari dekat, memang dia good looking; putih, tinggi, indo. Sempet bingung juga gimana cara mulainya dan deg-degan karena ini pengalaman pertama kali wawancara seorang yang terkenal. (Jadi inget dulu wawancara dengan Alm. Athat -Ketua Pemuda - melalui YM untuk buletin pemuda “Spirit”). Untung banget Ari Wibowonya ga kaku, jadi suasananya santai banget pas lagi wawancara. Trus setelah gw wawancara, ada tim dari Integrity Magazine yang mau wawancara juga. Gw liatin sebentar gimana cara wawancara yang baik, akhirnya gw belajar juga dari orang yang lebih senior.
Pulang dari PW Night, gw ke Hypermarket di bawah gereja. Tau-tau handphone berbunyi, dari Ibu Grace.
“Jess, bisa kasih hasil wawancaranya ke saya besok pagi?”
Hah? Hmmm….. “Bisa Bu”
Pulang dari gereja, langsung bawa laptop ke kamar. Sipain earphone untuk mendengar hasil rekaman untuk bisa ditulis ulang. Gw cek beberapa hal mengenai Ari Wibowo melalui BB suami. Setelah terkumpul data, baru mulai menulis. Ga terasa semuanya selesai jam 2 pagi. Ngantuk oi…. tapi seneng. Ini petikan wawancaranya yang ada di dalam buletin COOL, The Community.
From The Community edisi 2
Tentunya semua orang sudah mengenal sosok Ari Wibowo; model, aktor film, aktor sinertron dan juga penyanyi. Di kalangan anak muda, Ari Wibowo terkenal dengan wajahnya yang tampan dan bule. Ari Wibowo yang memiliki nama asli Arianto Wibowo merupakan anak kedua dari ayah berkebangsaan Indonesia dan ibu berkebangsaan Jerman.
Ari Wibowo lahir di Berlin, 26 Desember 1970. Dia dibesarkan di Jerman dan Indonesia. Dia menikah dengan Inge pada tanggal 7 Juli 2006 dan dikaruniai dua orang anak laki-laki bernama Kenzo (2 tahun 10 bulan) dan Marco (1 tahun 6 bulan).
Buletin Cool, The Community, kali ini berkesempatan untuk mewawancarai Ari Wibowo mengenai peranannya sebagai seorang bapak untuk kedua anaknya. Mari kita lihat apa yang menjadi jawaban-jawaban Ari Wibowo kepada The Community.
The Community (TC): Bagaimana perasaannya sudah menjadi bapak dari dua orang anak?
Ari Wibowo (AW): Unbelievable. Hanya satu kata saja yang bisa mengungkapkan. Saat ini mereka sudah bisa berkomunikasi, jadi untuk saya sebagai bapak sudah bisa ada relasi. Dulu, pada saat bayi, suka tidak conect karena mereka lebih banyak membutuhkan ibunya.
TC: Merasa direpotkan dengan adanya dua orang anak?
AW: Tidak. Setiap orang saya rasa harus mengalami tahap ini dan merupakan bagian dari life cycle. Saya juga memiliki istri seorang sarjana psikologi yang sangat suka dengan anak-anak sehingga dia dapat mendidik dan merawat anak-anak dengan baik, termasuk saya. (Ari tertawa)
TC: Bagaimana cara Ari dan istri mendidik anak?
AW: Saya tidak mau membebani anak-anak dengan berbagai macam kegiatan yang membuat mereka menjadi stress. Istri saya juga tidak bekerja lagi dan sekarang dia sudah menjadi fulltime housewife and mother, karena dia tahu dalam usia anak-anak seperti ini anak-anak harus dibentuk dan dibangun karakternya. Kedekatan anak-anak dengan orang tua juga sangat penting. Saya melihat kecenderungan di Jakarta suami istri keduanya bekerja, anak sekolah dan les sana sini, mereka semua pulang ke rumah sudah sama-sama lelah dan hanya tinggal tidur. Saya dan istri ingin yang seperti biasa saja, anak-anak tidak kita bebankan les-les supaya mereka pintar dan menjadi kutu buku, tapi kita mau mereka juga bisa bersosialisasi. Kita ingin mereka bisa melakukan apa yang mereka sukai. Untuk ke depan, anak pertama saya, Kenzo, sudah terlihat bakat aktingnya dan sangat ekspresif. (Ari memperlihatkan foto Kenzo yang lucu dari Hpnya dengan bangga)
TC: Bagaimana cara membagi waktu antara pekerjaan dan anak?
AW: Saat ini saya sedang mengurangi syuting yang kejar tayang. Karena kalau sinetron yang kejar tayang, syutingnya bisa dari pagi sampai pagi, tidur beberapa jam lalu syuting lagi. Saya usahakan untuk tidak terlalu banyak bermain sinetron. Mungkin sekarang jarang melihat saya di TV. Selesai satu sinetron, saya mengambil liburan dan saya pergunakan untuk bersama anak-anak. Selain itu saya ada bisnis yang saya kelola sendiri. Kalau tidak ada syuting, setiap pagi sebelum saya berangkat kerja, saya menyempatkan bertemu dan bermain dengan anak-anak. Sorenya saya pun bermain kembali bersama mereka sebelum mereka tidur.
TC: Nilai-nilai apa yang ditanamkan kepada anak-anak?
AW: Saat ini mereka masih terlalu kecil, kalau diberitahu hari ini besok mereka sudah lupa. Pastinya kita memperkenalkan Tuhan Yesus kepada mereka, bukan melalui kata-kata tapi melalui perbuatan kita. Itu menjadi contoh yang lebih baik.
TC: Apakah tetap ada waktu-waktu khusus untuk Tuhan setelah memiliki anak?
AW: Saya memiliki quiet time sebelum anak-anak bangun tidur. Kalau anak-anak sudah bangun tidur, suka diganggu. Bisa juga dimana saja, misalnya di mobil atau di kantor.
TC: Bagaimana membandingkan kasih Ari kepada anak-anak Ari dengan kasih Bapa Surgawi kepada kita?
AW: Pada saat kita menjadi seorang bapak, kita baru bisa merasakan bagaimana kasih seorang bapak kepada anaknya. Dari situ kita baru bisa membayangkan, bapak kepada anak di dunia saja seperti ini, bagaimana dengan Bapa yang di Surga kepada kita? Lebih bisa merasakan secara pribadi. Contohnya, anak saya yang pertama sudah sedikit iseng, dikasih tahu tetap tidak bisa. Tapi semarah-marahnya saya, tetap dia adalah anak saya, sayang saya tidak berubah. Sejahat apapun mereka, tetap mereka adalah anak saya yang saya kasihi. Itu juga yang saya rasakan mengenai Bapa Surgawi, sejahat apapun kita, Dia tetap mengasihi kita dan menerima kita.
TC: Terima kasih Ari untuk bincang-bincangnya.
AW: Sama-sama.
Tidak terasa waktu cepat berlalu. Saatnya Ari kembali ke rumah untuk bertemu dengan istri dan anak-anaknya. Sebelum pulang, The Community menyempatkan diri untuk berfoto bersama dan juga mengambil beberapa foto Ari Wibowo. (J)
Setelah The Community dibagikan pada hari Minggu tanggal 17 Oktober, gw coba survey kecil-kecilan. Ternyata jemaat banyak yang membaca bagian wawancara dengan Ari Wibowo ini. Bukan gw yang mau membanggakan diri, malah gw berpikir bahwa cerita seorang artis itu bener-bener magnet yang bisa menarik setiap orang untuk membaca.</span></span>
But….. ada beberapa komentar buat gw yang membuat gw gemes. Bukan hasil wawancara ataupun gaya tulisan atau masukan lainnya mengenai wawancara gw, tapi beberapa orang komentarin foto gw sama Ari Wibowo…. hiks hiks.. :(
Nih beberapa komentarnya:
"Jess, loe keliatan ndut ya di foto.” (teman) --> jiiiaaaaahhhhh hahahaha
“Kamu chubby deh.” (suami) --> agak halus
Kamu tuh ya, bukannya dandan. Kalah sama yang tua (Ibu Grace, red.).” (mama sendiri)
Daniel sama Jessica ada di buletin gereja. Jessica wawancara Ari Wibowo tuh.” (teman mama)
(J)
ORIGAMI
Gw kemaren sempet buka-buka internet, cari-cari ada origami. Ada contoh beberapa petunjuk pembuatan origami. Yang gw ambil ada pembuatan kupu-kupu, kelinci n anjing. Lucu deh.
Gw pas jam pulang kerja langsung buat kertas bentuk bujursangkar. Coba buat yang kupu-kupu. Lipet sana lipet sini. Belom ketemu juga gimana jadinya, akhirnya masih belom jadi sampe dijemput sama Daniel.
Pulang ke rumah diliat lagi gambarnya, cara ngebuatnya gimana diliat-liat sambil dibuat (ngelanjutin yang tadi). Setelah beberapa lama berkutat dengan kertasnya akhirnya ketemu juga de kunci-kuncinya. Jadi juga kupu-kupunya dengan banyak tekukan-tekukan kegagalan (namanya juga pertama kali, hahahaha alesan).
Trus hari ini di kantor, gw akhirnya buat origami kupu-kupu lagi (dengan lancarnya), kelinci n anjing. Gw kasih semuanya ke Bong. Kata Bong dia mau bebek…. gw bilang tar gw kasih burung… gw uda buatin burung ni n gw kasih ke dia. Bebek???? Hmmmm…. sebentar gw cari n gw kasih dia lagi. Tunggu aje ye…
(J)
I Love Rainy Day
Hari Rabu, tanggal 19 November 2008. Ting-ting (One of my friends) ulang tahun.
Gw ada training WL di KTC, hari terakhir si, sebenernya buat bagi sertifikat tapi ternyata belum ditanda tangan, so harus ambil lagi lain hari. Hari ini yang dateng Kak Sherly Berhitu (sori kl salah penulisan nama, abis cuma sering manggil aja).
Trainingnya selesai jam 8 malam, gw jalan-jalan sebentar ke Matahari. Liat-liat ga ada yang berminat, ya kita pulang. Di tempat parkiran gw denger kalo diluar hujan… ya lumayan besar. Langsung de siap-siap pake jas hujan. Bener aja hujannya lumayan besar pas keluar KTC. Sampe rumah masih hujan. Hawanya enak banget…. karena ujan.
Kalo hujan gw ga tau kenapa seneng banget. Emang si kalo hujan terus-terusan ga terlalu bagus juga, bisa-bisa ga dapet sinar matahari n kalo mau pergi kemana-mana pasti susah palagi buat yang naik motor. But, I still love rainy day.
Gw dengerin suara hujan dari dalam kamar. Sambil tidur-tiduran. Tik tik tik…. hujannya ga terlalu besar tapi terus-terusan. Sebelum gw tidur pun masih hujan, ga tau berentinya kapan. Kalo denger bunyi hujan, rasanya ada perasaan asik. Tenang, seger, sejuk, nyaman, dingin. Brrrrr…… Gw ambil selimut, tutupin badan dengan selimut…. sedikit hangat…. lalu…. tidur.
(J)
Gw ada training WL di KTC, hari terakhir si, sebenernya buat bagi sertifikat tapi ternyata belum ditanda tangan, so harus ambil lagi lain hari. Hari ini yang dateng Kak Sherly Berhitu (sori kl salah penulisan nama, abis cuma sering manggil aja).
Trainingnya selesai jam 8 malam, gw jalan-jalan sebentar ke Matahari. Liat-liat ga ada yang berminat, ya kita pulang. Di tempat parkiran gw denger kalo diluar hujan… ya lumayan besar. Langsung de siap-siap pake jas hujan. Bener aja hujannya lumayan besar pas keluar KTC. Sampe rumah masih hujan. Hawanya enak banget…. karena ujan.
Kalo hujan gw ga tau kenapa seneng banget. Emang si kalo hujan terus-terusan ga terlalu bagus juga, bisa-bisa ga dapet sinar matahari n kalo mau pergi kemana-mana pasti susah palagi buat yang naik motor. But, I still love rainy day.
Gw dengerin suara hujan dari dalam kamar. Sambil tidur-tiduran. Tik tik tik…. hujannya ga terlalu besar tapi terus-terusan. Sebelum gw tidur pun masih hujan, ga tau berentinya kapan. Kalo denger bunyi hujan, rasanya ada perasaan asik. Tenang, seger, sejuk, nyaman, dingin. Brrrrr…… Gw ambil selimut, tutupin badan dengan selimut…. sedikit hangat…. lalu…. tidur.
(J)
Motor Jadul
Semangat!!
Kemarin malam tidur terlalu larut ni… jam 1 baru bobo. Bangun pagi-pagi melakukan rutinitas yang sama lagi, yaitu pergi ke kantor. Biasa, sekarang kan tiap pagi pasti dianter ma suami naik motor. Motornya pake motor Honda Supra X125D, uda motor keluaran baru lah, tahun 2000 an punya, milenium.
Jalanan tadi pagi yang dilewatin juga sama, pastinya tempat-tempat yang dilihat juga sama…. Mapple Park Apt, Jembatan layang PRJ, Mega Glodok Kemayoran, Katedral Mesias (Reformed Church), Gedung Pelni, Pasar, Golden Truly, Gedung Kesenian Jakarta, Kantor Pos Pusat, Gereja Katedral n Masjid Istiqlal, Istana Negara, Tanah Abang (TA) I, TA II, TA III, terakhir adalah kantor.
Tapi apa yang membuat perjalanan kali ini jadi berbeda?
Dalam perjalanan yang memakan waktu kira-kira 30 menit itu, gw melihat banyak sekali motor-motor keluaran tahun lama, kebanyakan tahun 1990an punya, yang model-model motornya bukan seperti keluaran tahun 2000an. Bentuknya uda rada kucel, ditambah lagi tadi malem abis ujan n jalanan becek, jadilah motor-motor jadul itu tambah keliatan tak terawat. Lucu deh, gw ngeliat motor jadul banyak banget, ga seperti hari-hari biasa.
Jadi keingetan dulu juga papa pake motor jadul banget, yaitu motor VESPA yang bodinya gede. Dengan naik motor itu gw dianterin sekolah, dianterin kemana-mana. Sampe akhirnya punya mobil, itu pun masih sering dianter pake motor Vespa. Gw inget waktu itu naik motor Vespa diboncengin di belakang n gw pake rok (kebayang donk ya..). Motor Vespa tersebut dijual karena memang uda ga terlalu kepake n ada orang lain yang lebih membutuhkan.
Selanjutnya…. Daniel sebelum punya motor Honda Supra X125D, pake motor (kalo ga salah Honda Supra Fit) yang bunyi knalpotnya memekakkan telinga. Tapi dulu pacaran gw diboncengin pake motor itu, hehehehe….. Akhirnya bli baru lagi motornya n bli mobil juga, motor lamanya dijual ke warung deket rumah.
Kalau liat motor-motor jadul itu rasanya mau ketawa… bentuk-bentuknya itu loh yang ngebuat jadi lucu…. ada yang sayapnya lebar, bentuknya kotak, bodinya gede, mesinnya gede, bodinya jelek, dll. Kalo diliat dari bentuk n bodi motor, yang terbaru lebih ergonomis n lebih enak diliat. But, kl soal keempukan tempat duduknya, kayanya masih lebih asik yang motor jadul de, hehehehe……
(J)
Kemarin malam tidur terlalu larut ni… jam 1 baru bobo. Bangun pagi-pagi melakukan rutinitas yang sama lagi, yaitu pergi ke kantor. Biasa, sekarang kan tiap pagi pasti dianter ma suami naik motor. Motornya pake motor Honda Supra X125D, uda motor keluaran baru lah, tahun 2000 an punya, milenium.
Jalanan tadi pagi yang dilewatin juga sama, pastinya tempat-tempat yang dilihat juga sama…. Mapple Park Apt, Jembatan layang PRJ, Mega Glodok Kemayoran, Katedral Mesias (Reformed Church), Gedung Pelni, Pasar, Golden Truly, Gedung Kesenian Jakarta, Kantor Pos Pusat, Gereja Katedral n Masjid Istiqlal, Istana Negara, Tanah Abang (TA) I, TA II, TA III, terakhir adalah kantor.
Tapi apa yang membuat perjalanan kali ini jadi berbeda?
Dalam perjalanan yang memakan waktu kira-kira 30 menit itu, gw melihat banyak sekali motor-motor keluaran tahun lama, kebanyakan tahun 1990an punya, yang model-model motornya bukan seperti keluaran tahun 2000an. Bentuknya uda rada kucel, ditambah lagi tadi malem abis ujan n jalanan becek, jadilah motor-motor jadul itu tambah keliatan tak terawat. Lucu deh, gw ngeliat motor jadul banyak banget, ga seperti hari-hari biasa.
Jadi keingetan dulu juga papa pake motor jadul banget, yaitu motor VESPA yang bodinya gede. Dengan naik motor itu gw dianterin sekolah, dianterin kemana-mana. Sampe akhirnya punya mobil, itu pun masih sering dianter pake motor Vespa. Gw inget waktu itu naik motor Vespa diboncengin di belakang n gw pake rok (kebayang donk ya..). Motor Vespa tersebut dijual karena memang uda ga terlalu kepake n ada orang lain yang lebih membutuhkan.
Selanjutnya…. Daniel sebelum punya motor Honda Supra X125D, pake motor (kalo ga salah Honda Supra Fit) yang bunyi knalpotnya memekakkan telinga. Tapi dulu pacaran gw diboncengin pake motor itu, hehehehe….. Akhirnya bli baru lagi motornya n bli mobil juga, motor lamanya dijual ke warung deket rumah.
Kalau liat motor-motor jadul itu rasanya mau ketawa… bentuk-bentuknya itu loh yang ngebuat jadi lucu…. ada yang sayapnya lebar, bentuknya kotak, bodinya gede, mesinnya gede, bodinya jelek, dll. Kalo diliat dari bentuk n bodi motor, yang terbaru lebih ergonomis n lebih enak diliat. But, kl soal keempukan tempat duduknya, kayanya masih lebih asik yang motor jadul de, hehehehe……
(J)
Berasal dari Hati??
Sekali waktu suami saya bercerita kepada saya. Hari itu dia pergi ke salah satu bank di Jakarta untuk mengambil uang. Pada saat dia akan melangkah masuk, ada satpam yang sudah berdiri membukakan pintu untuk dia. Satpam itu menyapa, “Selamat siang, Pak..” dengan suara lantang. Lanjut lagi satpam itu bertanya, “Ada yang bisa dibantu, Pak?”. Sumai saya hanya menjawab seadanya, namun dijawab oleh satpam tersebut, “Silahkan, Pak.” sambil tangannya menunjuk ke dalam.
Selama suami saya mengantri, tentunya ada beberapa orang yang keluar masuk bank tersebut. Dia mendengar salam, kata-kata dan ujaran dari satpam penjaga pintu tersebut. “Selamat siang, Pak.” “Ada yang bisa dibantu, Pak?” “Terima kasih, Bu.” “Terima kasih atas kunjungannya, Bu.” “Selamat jalan, Pak.” Kata-kata tersebut selalu berulang untuk orang yang keluar masuk bank dan diucapkan dengan nada dan intonasi yang monoton. Suami saya mendengar ucapan yang keluar dari mulut satpam tersebut, tertawa kecil. Dia juga menceritakan hal tersebut kepada saya dengan tertawa lebar. Saya pun setelah diceritakan langsung tertawa, dan saya menyarankan lain kali keluar masuk saja, pasti kata-kata yang sama yang akan diucapkan. Cape deh. Hahahaha.....
Ada lagi, suatu saat saya bersama suami pergi ke Bogor, kami makan di salah satu restoran yang cukup terkenal.Awal pertama kami menjejakkan kaki di teras restoran, sudah ada suasana nyaman. Kami mengambil tempat di tingkat dua. Setelah kami duduk, ada pelayan yang memberikan kami menu dan mencatat pesanan kami. Bukan soal makanannya yang membuat kami terkesan, tapi pelayanan dari restoran tersebut. Sebelum kami pulang, tentunya kami membayar terlebih dahulu, suami memberikan uang yang lebih dari harga yang ada di bon.
Ini Pak kembaliannya, mohon dihitung kembali.” kata-kata kasirnya diiringi dengan senyuman. “Terima kasih ya, Pak. Lain kali datang lagi. Hati-hati di jalan.” Kami pun berpisah dengan senyuman puas. Kami segera masuk ke mobil untuk balik ke Jakarta. Pada saat kami akan membayar uang parkir ke petugas parkir, petugas parkirnya menyatukan kedua telapak tangannya dan berkata, “Parkir gratis, Bos. Silahkan jalan, hati-hati di jalan.” Kami berdua tersenyum lagi, kami tambah terkesan lagi dengan pelayanan di restoran tersebut, rasanya puas sekali kami pergi kesana.
Saya berdua dengan suami segera membandingkan antara kedua kejadian di atas. Kami melihat perbedaan yang sangat mendasar dari pelayanan di kedua tempat tersebut. Kami merasakan kalau pelayanan satpam bank terkesan dipaksakan, namun pelayanan orang-orang di restoran berasal dari hati yang memang ingin memberikan kepuasan kepada orang yang datang. Kami langsung membandingkan dengan pelayanan kami kepada Tuhan. Kadang kami merasa terpaksa sehingga hati kami merasa terbebani, yang seharusnya…. pelayanan itu berasal dari hari, hati yang melayani Tuhan. (J)
Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."
I Petrus 4:10
Senin, 11 Juli 2011
Nostalgia ~~<@
Aku mau belajar lagi sampai malam
Saat-saat tegangku untuk test akhir
Ya, terakhir di SMA
Semua akan berpisah
Walaupun dekat tapi tetap akan jauh
Hari-hari yang telah kulalui di bangku kecil itu
Dengan keceriaan
Dengan kesedihan
Dengan kegembiraan
Dengan ketegangan
Dan dengan kebersamaan
Semua akan terlewati
Seiring dengan hari-hari yang terus berlanjut
Ini memang harus berakhir sampai disini
Segala keceriaan
Segala kesedihan
Segala kegembiraan
Segala ketegangan
Dan segala kebersamaan
Entah itu akan terualang
Ataukah itu hanya menjadi suatu prasasti
Yang terpatri dalam setiap hati
Ataukan itu semua akan hilang
Dengan terbangnya angin
Sehingga tiada kenangan
Tiada ingat
Tiada setitik tempat di hati
Segala keceriaan
Segala kesedihan
Segala kegembiraan
Segala ketegangan
Dan segala kebersamaan
Yang telah lalu
Saat-saat tegangku untuk test akhir
Ya, terakhir di SMA
Semua akan berpisah
Walaupun dekat tapi tetap akan jauh
Hari-hari yang telah kulalui di bangku kecil itu
Dengan keceriaan
Dengan kesedihan
Dengan kegembiraan
Dengan ketegangan
Dan dengan kebersamaan
Semua akan terlewati
Seiring dengan hari-hari yang terus berlanjut
Ini memang harus berakhir sampai disini
Segala keceriaan
Segala kesedihan
Segala kegembiraan
Segala ketegangan
Dan segala kebersamaan
Entah itu akan terualang
Ataukah itu hanya menjadi suatu prasasti
Yang terpatri dalam setiap hati
Ataukan itu semua akan hilang
Dengan terbangnya angin
Sehingga tiada kenangan
Tiada ingat
Tiada setitik tempat di hati
Segala keceriaan
Segala kesedihan
Segala kegembiraan
Segala ketegangan
Dan segala kebersamaan
Yang telah lalu
~CC~
01-06-2001, setengah 1 pagi
Toex: teman-teman di Gandhi School kelas III IPA2
"Thank you for the time that we had spent together."
Bulan Juni
Bulan Juni
Semua bercampur baur
Senang, sedih, jengkel, hilang
Semua bercampur baur
Senang, sedih, jengkel, hilang
Senang…
Semua sudah beres
Semua lulus
Semua bersenang-senang
Pergi bersama-sama melewati hari-hari terakhir
Hari-hari yang hanya akan jadi kenangan
Semua sudah beres
Semua lulus
Semua bersenang-senang
Pergi bersama-sama melewati hari-hari terakhir
Hari-hari yang hanya akan jadi kenangan
Sedih…
Hari-hari itu sudah terlewati
Selama yang sudah dijalani
Kenangan-kenangan indah yang hanya bisa diingat
Saat berpisah
Saat terakhir
Saat kehilangan cerita indah
Hari-hari itu sudah terlewati
Selama yang sudah dijalani
Kenangan-kenangan indah yang hanya bisa diingat
Saat berpisah
Saat terakhir
Saat kehilangan cerita indah
Jengkel…
Merasa marah dalam hati
Merasa lelah dan capai dalam menjalani bulan ini
Merasa benci dengan segalanya
Merasa marah dalam hati
Merasa lelah dan capai dalam menjalani bulan ini
Merasa benci dengan segalanya
Rasa ini meluap-luap penuh emosi
Emosi yang harus diampuni
Hilang...
Setelah satu atau dua atau tiga tahun terlewati
Emosi yang harus diampuni
Hilang...
Setelah satu atau dua atau tiga tahun terlewati
Saat inilah saat kehilangan, kosong dan hampa
Dimana hari-hari yang dilewati dengan keriangan
Sekarang sudah hilang
Sekarang hanya jadi sebagian kisah hidup
Sekarang hanya kenangan
Semua begitu cepat berlalu
Senang, sedih, jengkel, hilang
Saat-saat indah
Merasa terlewati segala yang indah
Sekarang ditutup oleh lembaran biru nan indah
Sekarang hanya jadi sebagian kisah hidup
Sekarang hanya kenangan
Semua begitu cepat berlalu
Senang, sedih, jengkel, hilang
Saat-saat indah
Merasa terlewati segala yang indah
Sekarang ditutup oleh lembaran biru nan indah
Di bulan Juni yang melelahkan namun indah
~CC~
28-06-2001, pk. 22.30
Bulan yang melelahkan dimana segalanya berjalan dengan cepat dan tau-tau semua sudah berakhir
To: All my friendz at Gandhi School n BTG
"It’s over and from now on we should face another thing. Bye my friendz."
Bangkitlah, menjadi teranglah
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” YESAYA 60:1-3
Coba kita bayangkan saat ini… kita sedang berada di rumah tiba-tiba lampu dari PLN pusat dimatikan semua… dan pada saat kita mencari-cari senter atau lilin ternyata tidak ada. Apa yang dilihat? Apa yang bisa dilakukan? Tentunya yang dilihat hanya kegelapan yang pekat. Kita tidak bisa melihat apa-apa karena untuk melihat kita memerlukan cahaya. Kita mungkin hanya bisa berdiam diri saja, meraba-raba untuk berjalan supaya tidak terantuk dan jatuh. Lalu satu lagi… kita tutup kedua mata kita. Apa yang dilihat? Pastinya hanya kegelapan. Sama seperti mati lampu tadi, kita tidak bisa melihat apa-apa dan berjalan dengan meraba-raba.
Sekarang.. bagaimana kalau bumi ini tidak ada matahari, bulan, bintang dan tidak ada penerangan apapun? Wah mungkin kita bisa saling bertabrakan pada saat jalan dan kita pasti tidak bisa berbuat apa-apa. Seperti juga kita, dahulu hidup dalam kegelapan. Kita tidak mengetahui kebenaran dan hidup jauh dari Allah. “Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi dan kekalaman menutupi bangsa-bangsa” Yesaya 60:2a. Namun saat ini kita sudah merdeka di dalam Tuhan, melalui kematian Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. Ia sudah menanggung segala dosa kita dan kita sudah dibawa dari kegelapan kepada terang. “tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu” Yesaya 60:2b.
Nah… sekarang apa yang akan kita perbuat setelah kita berada dalam terang?? Bukan hanya diam-diam saja tentunya. Salah satu orang yang disembuhkan Tuhan Yesus dari kebutaannya tidak hanya berdiam diri setelah dia menerima kesembuhan, tetapi dia segera pergi menceritakan apa yang telah dia alami. Begitu juga kita, kita telah menerima keselamatan, tentunya kita tidak akan berdiam diri saja. Banyak hal yang bisa kita lakukan di dalam kebebasan. Kita bisa mengabarkan Injil, melayani di gereja, melayani di pekerjaan kita, dll. Intinya kita harus bangkit, tidak berdiam. Kita juga harus menjadi terang dimanapun kita ditempatkan oleh Tuhan sekalipun itu di bidang sekuler. “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu.” Yesaya 60:1.
Kalau kita menjadi terang dimanapun kita berada pastinya terang itu akan memancar kemana-mana dan terang itu menjadi nyata disekekeliling kita. Mungkin tanpa kita sadari, orang-orang disekeliling kita yang belum mengenal Tuhan Yesus akan mengenal Dia dan akhirnya percaya kepada Dia. Orang-orang yang telah melihat Yesus dalam hidup kita akan datang dengan sendirinya untuk mengenal Yesus Kristus tanpa kita injili. “Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” Yesaya 60:3.
Ok, friends… jadi kita yang sudah memiliki kelepasan dalam Tuhan Yesus tidak akan berdiam diri saja. Kita mau bekerja giat melayani Tuhan dan memancarkan terang Tuhan dimanapun kita berada. Kita harus memiliki hati yang rindu untuk terang itu bukan hanya kita yang memiliki tapi juga orang-orang yang masih berada dalam kegelapan. (J)
'Pindah Rumah' - Sedih :(
Pindah rumah.
Satu kata yang mau diucapkan saat ini "PARAH!"
Parah lah. Pas tadi buka Friendster, ternyata sekarang sudah jadi Friendster Game. Mau nangis rasanya. (~_~') Blog ku dimanakah dikau??? Balikin blog ku.... huhuhuhu.... Banyak kenangan tuh. Pertama kali nge-blog ya di friendster blog ituh.... huuuuaaaaaaaa :((
Untungnya.... (masih ada untungnya lagih...) atau haruskan disebut ruginya?? Ya sudahlah mau gimana lagi. Selama ini ada back-up di Facebook (di-import dari blog tersebut), jadi ada beberapa note yang masih ada di Facebook. Walaupun hanya sedikit saja. Tetep sedih ;(
Akhirnya saya buka Facebook, masuk ke bagian note dan save datanya. Luuuuuuaaammmmaaaa :( karena musti one by one. Akhirnya diputuskan untuk membuat blog baru lagi sebagai pengganti blog ku yang sudah 'dikubur' oleh Friendster tanpa pemberitahuan. Selamat tinggal blog ku yang lama, selamat datang blog ku yang baru.
Alamat lama: http://jessi-adri.blog.friendster.com/
Alamat baru: http://inimytehsusu.blogspot.com/
:(
Satu kata yang mau diucapkan saat ini "PARAH!"
Parah lah. Pas tadi buka Friendster, ternyata sekarang sudah jadi Friendster Game. Mau nangis rasanya. (~_~') Blog ku dimanakah dikau??? Balikin blog ku.... huhuhuhu.... Banyak kenangan tuh. Pertama kali nge-blog ya di friendster blog ituh.... huuuuaaaaaaaa :((
Untungnya.... (masih ada untungnya lagih...) atau haruskan disebut ruginya?? Ya sudahlah mau gimana lagi. Selama ini ada back-up di Facebook (di-import dari blog tersebut), jadi ada beberapa note yang masih ada di Facebook. Walaupun hanya sedikit saja. Tetep sedih ;(
Akhirnya saya buka Facebook, masuk ke bagian note dan save datanya. Luuuuuuaaammmmaaaa :( karena musti one by one. Akhirnya diputuskan untuk membuat blog baru lagi sebagai pengganti blog ku yang sudah 'dikubur' oleh Friendster tanpa pemberitahuan. Selamat tinggal blog ku yang lama, selamat datang blog ku yang baru.
Alamat lama: http://jessi-adri.blog.friendster.com/
Alamat baru: http://inimytehsusu.blogspot.com/
:(
Langganan:
Postingan (Atom)

